Ratusan Personel Gabungan Siap Amankan Pemilu 2019

Centralnews – Pandeglang, Kepolisian RI (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyepakati nota kesepahaman pelibatan TNI dalam tugas kepolisian. Dalam nota kesepahaman tersebut, TNI bersedia memberikan bantuan personel kepada kepolisian untuk pengamanan unjuk rasa, mogok kerja, kerusuhan massa, dan konflik sosial termasuk didalamnya tentang penanganan kerusuhan dalam pemilu.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0601 Pandeglang, Mayor Suherman mengatakan, sebanyak 800 personel gabungan siap mengamankan pelaksanaan pemilu 2019 mendatang, termasuk diantaranya anggota TNI.

“Semua mencapai 800 (personel) gabungan Polisi dengan TNI. Kita terus berkoordinasi dengan Polri dan bergerak atas perintah dari pimpinan,” tegasnya.

Ia menambahkan, personel TNI yang terlibat hanya bersifat membantu pengamanan yang dilakukan oleh Polri. Ia menegaskan bantuan personel juga dilibatkan pada pengamanan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU.

“Dan tentunya kita hanya perbantuan saja kepada kepolisian, yang tentunya dari kepolisian, sudah meminta perbantuan dari kita,” jelasnya.

Ia menegaskan, Kecamatan Labuan dan Kecamatan Pandeglang merupakan wilayah di Pandeglang yang rawan konflik karena kedua wilayah tersebut padat penduduk. Sehingga bukan tidak mungkin ada oknum tertentu yang memprovokasi warga sehingga muncul konflik.

“Kemungkinan besar Labuan, terus juga daerah Pandeglang sendiri, artinya banyak masyarakat, itu juga bisa jadi konflik bagi kita. Karena misalkan orang seandainya tidak ada yang kompori kan tidak mungkin (terjadi konflik),” bebenya. (Yusuf/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here