Soal Ustadz Terlibat Timses, Bawaslu: Boleh, Asal Ikuti Aturan

Foto: net, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.

Centralnews – Jakarata, Badan Pengawas Pemilu mengatakan, Pemuka agama atau ustadz diperbolehkan untuk bergabung dengan tim kampanye. Namun, harus mematuhi tata tertib kampanye sesuai dengan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan. Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.

“Silakan sekarang tim pelaksana, silakan kampanye sesuai dengan aturanlah. Ustaz tergabung dalam tim kampanye boleh enggak? Boleh,” kata Bagja saat dihubungi, seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (11/2/2019) malam.

Aturan tersebut menjelaskan aturan kampanye yang harus dipahami peserta, pelaksana, dan timses, dimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu seperti metode berkampanye. Sedangkan, 275 Ayat 1 menyebutkan tentang sembilan metode kampanye, di antaranya pertemuan terbatas dan rapat umum.

Lebih lanjut, Bagja menuturkan, bagi pelaksana, peserta, dan tim kampanye harus memahami aturan-aturan lainnya. Seperti  larangan-larangan dalam kampanye, diantaranya menghina, menghasut, hingga mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan menggunakan kekerasan dalam kampanye.

“Kalau di lapangan terbuka, namanya rapat umum. Rapat umum itu nanti jadwalnya 21 hari sebelum masa tenang,” ujarnya. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here