BPN Prabowo-Sandi Abaikan Pendukungnya Yang Terjerat Hukum

BPN Prabowo-Sandi Abaikan Pendukungnya Yang Terjerat Hukum

Centralnews – Jakarta, (01/03/19) Pernyataan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, di anggap tidak menghargai para pendukung nya dan terkesan cuci tangan.

Setidaknya hal ini terlihat dari sikap Palson 02 yang menyatakan kalau Ratna Sarumpaet sudah bukan bagian dari nya. Sampai, kasus emak-emak yang melakukan kampanye negatif ke Jokowi-KH.Ma’ruf di Karawang dan di anggap penyusup.

“Bukankah di awal sebelum kasus ini terbongkar mereka membela habis, tapi setelah Ratna mengakui kebohongan mereka manarik diri. Seakan-akan perilaku mereka sangat tergantung dari kepentingan politik,” kata Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif EmrusCorner, saat ditemui di Jakarta Jumat (01/03/2019).

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Suhud Alynudin, yang notabene juru bicara (jubir) BPN Prabowo-Sandi. Setelah menanggapi salam dua jari Ratna Sarumpaet usai menjalani persidangan.

Menurutnya, penegak hukum harus mengungkap aktor politik dari kasus hoax Ratna dan kampanye negatif di Karawang.

Loading...

“Polri harus dibongkar aktornya, siapa di balik itu. Emak-emak ini yang di Karawang kan orang polos, bisa aja ada aktor-aktor politik. Saya tidak yakin itu inisiatif dari emak-emak itu untuk menyebarkan sesuatu yang sangat tidak mendidik,” terangnya. 

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) ini mengkategorikan dua politisi. Pertama, politisi negarawan yang mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, serta jabatannya sebagai amanah.

Sementara politisi yang politikus adalah pihak-pihak yang selalu menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan kekuasaan.

“Sebab jika ada pihak-pihak yang mengaku berada di belakang gerakan tersebut, tentu akan mempengaruhi elektabilitas mereka di 17 April nanti. Bahkan ketika mereka ketahuan mereka berada di belakang itu, boleh jadi mereka akan cuci tangan. Saya kira yang paling utama adalah membongkar siapa di balik itu,” jelasnya.

Emrus pun mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas duabkasut tersebut, sehingga demokrasi di Indonesia berjalan sehat dan memberikan pendidikan politik yang baik ke masyarakat.

“Kita tidak perduli partai atau nonpartai. Ini pintu masuk agar demokrasi kita ini berjalan baik. Saya pikir pembongkaran menjadi satu kunci,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here