Belasan Bidan Desa di Kabupaten Serang Terima SK CPNS

Belasan Bidan Desa di Kabupaten Serang Terima SK CPNS
Belasan Bidan Desa di Kabupaten Serang Terima SK CPNS

Centralnews – SERANG, Sebanyak 19 bidan desa yang sebelumnya berstatus pegawai tidak tetap (PTT) menerima surat keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil atau Calon Aparatur Sipil Negara (CPNS/CASN) di Pendopo Bupati Serang, Selasa (14/05/19). Para bidan tersebut, akan ditempatkan di wilayah-wilayah desa terpencil dan memiliki misi menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pada 2017 pemkab sudah pernah mengangkat 204 bidan desa PTT dengan usia maksimal 35 tahun. Kemudian, pada 2019 ini kembali mengangkat 19 orang dengan usia maksimal 40 tahun.

“Ini dari PTT yang kami angkat resmi dari kementerian, ada juga tenaga harian yang kami angkat dari APBD, tapi belum dilakukan,” katanya kepada Kabar Banten seusai pemberian SK CASN.

Ia bersyukur dengan adanya pengangkatan tersebut. Dengan demikian, jumlah bidan desa CASN semakin banyak di wilayahnya. “Pengabdian mereka sudah sangat lama, awalnya 2017 itu maksimal 35 tahun. Tapi, pas usul lagi 2019 banyak yang sudah di atas 35 tahun PTT, makanya kami usul dan diberikan sampai 40 tahun,” tuturnya.

Ia menekankan, bagi mereka yang telah mendapatkan SK CASN tersebut, agar mengabdi lebih serius. Mulai saat ini mereka sudah masuk dalam aturan BKPSDM dan memiliki konsekuensi sama dengan ASN lainnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini sudah semua bidan desa PTT diangkat menjadi CASN. Namun, dari 326 desa yang ada, masih ada beberapa yang hanya memiliki tenaga harian bidan desa dan bahkan masih ada yang kosong.

“Kami harus angkat tenaga harian dari APBD. Kemarin yang bidan di lapangan ada yang pindah keluar Jawa ikut suami. Tapi, kalau tenaga medis yang mau pindah di dalam Provinsi Banten dari Kabupaten Serang tidak bisa dikabulkan. Tapi, kalau jauh dan ikut suami atau ikut keluarga, kami tidak bisa menahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai MoU antara Kemenkes dengan Pemkab Serang mereka tidak boleh pindah dari tempat tugasnya minimal 5 tahun. “Mereka ini ditempatkan di daerah terpencil, karena rata-rata mereka (CASN) enggak mau di sana. Semoga keberadaan mereka dengan kinerja yang baik bisa menyampaikan kepada masyarakat dan bisa menekan AKI dan AKB,” ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Serang Asep Saefudin Mustopa mengatakan, setelah diberikan SK, mereka akan diberikan pembinaan. Kemudian, akan ada penugasan di wilayah desa mana akan bekerja. Ia berharap, CASN tersebut, bekerja lebih semangat. “Kalau sebelum jadi ASN semangat, maka jadi ASN harus lebih semangat,” katanya.

Ia menuturkan, indikator kinerja Dinkes yang mudah diukur, adalah dari AKI dan AKB. Jika angka tersebut berhasil ditekan, artinya mereka sudah bekerja luar biasa.

“Menurut saya tolok ukurnya itu saja. Karena itu bagian peningkatan IPM. Sekarang kami juga sedih kenapa (AKI dan AKB) enggak mau turun turun, pembiayaan besar, tapi tiap tahun gitu saja. Sekarang saja triwulan pertama di atas 50 yang meninggal,” ucapnya.

Disinggung masih adanya desa yang belum memiliki bidan desa, dia mengatakan, akan berkoordinasi terlebih dahulu. “Datanya enggak hafal. Untuk pengisiannya kan nanti rencananya ada CASN lagi kami buka lagi untuk formasi bidan desa dan guru,” ujarnya. (Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here