Sebut Tak Percaya MK & Tak Akan Tempuh Jalur Hukum, BPN Andalkan Rakyat

Foto: net, Juru Kampanye Nasional BPN Muhammad Syafii

Centralnews – Jakarta, Terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tidak akan menempuh jalur hukum, pasalnya sudah kagi tidak mempercayai lembaga Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut dkatakan oleh Juru Kampanye Nasional BPN Muhammad Syafii di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

“MK telah berhasil membuat kami tidak memiliki kepercayaan bahwa mereka akan melakukan persidangan secara objektif,” kata Juru Kampanye Nasional BPN Muhammad Syafii, seperti dilansir dari detikcom, Rabu (15/5/2019).

Lebih lanjut, Syafii menyebut, MK tidak serius menanggapi bukti-bukti kecurangan yang disodorkan timses. Hal tersebut menurutnya berdasarkan pengalaman timses Prabowo saat Pilpres 2014.

Kemudian dirinya memaparkan saat menjadi timses, dimana pihaknya membawa 19 truk formulir C1. Namun, MK tetap menyatakan kemenangan Joko Widodo (Jokowi). Maka dari itu, pihaknya akan mengandalkan kekuatan rakyat.

“Dengan sangat mudah MK pada waktu itu mengatakan seandainya ini diperiksa satu per satu, toh perubahan angka kemenangan itu tidak akan berubah. Paling hanya menambah 1-2 persen saja suara Pak Prabowo waktu itu, sehingga dengan itu MK kemudian mengetuk palu untuk kemenangan 01 (Jokowi) tanpa memeriksa data yang kami bawa sampai 19 truk itu,” ujar Syafii.

“Kita kembali ke Pasal 1 UUD 1945, kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan melalui ketentuan UUD. Lalu kalau sudah dipastikan UU Dasar tidak dilaksanakan, kedaulatan tetap ada di tangan rakyat,” kata dia.

“Kita akan melihat nanti apa keinginan rakyat terhadap pemilu curang yang sekarang berlangsung. Jadi ada tanggal mainnya,” imbuh Syafii. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here