Dirut Krakatau Steel Bantah Isu PHK 1.300 Karyawan: Itu Resktrukturisasi

Foto: net, Ilustrasi gambar

Centralnews – Cilegon, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, jika PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tengah menjalankan restrukturisasi untuk perbaikan kinerja. Hal tersebut dikatakannya dalam menanggapi kabar 1.300 karyawan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dirinya menegaskan, jika hal itu tidak selalu identik dengan PHK. Hal itu merupakan upaya penyelamatan perusahaan yang dinilai perlu dilakukan agar roda bisnis berjalan efisien dengan merestrukturisasi utang, organisas dan sumber daya manusia (SDM), dan bisnis.

Mengutip dari detikFinance, Langkah penyelamatan itu untuk bisa berkompetisi di industri baja global. Selain itu, untuk menyelamatkan emiten berkode saham KRAS itu dari belitan utang sebesar Rp 40 triliun.

“Jadi tidak benar ada PHK massal kepada karyawan Krakatau Steel. Restrukturisasi organisasi tidak selalu identik dengan Pemutusan Hubungan Kerja, ada banyak cara dalam perampingan struktur organisasi,” kata Silmy dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari detikFinance, Selasa (2/7/2019).

Lebih lanjut, Silmy mengajak seluruh anak usaha untuk menyelamatkan bisnis baja KS.

“Saya mengajak seluruh anak usaha KS untuk bersama-sama menyelamatkan bisnis baja KS karena untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu mengedepankan semangat gotong-royong dan kebersamaan semua pihak,” ujarnya. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here