KSPSI Usulkan Kenaikan 10 Persen Untuk UMK Lebak Tahun 2020

KSPSI Usulkan Kenaikan 10 Persen Untuk UMK Lebak Tahun 2020
KSPSI Usulkan Kenaikan 10 Persen Untuk UMK Lebak Tahun 2020

Centralnews – Lebak, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Lebak mengusulkan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Lebak 2020 sebesar 10 persen dari UMK 2019 sebesar Rp2.498.068.

“Kalau kenaikan dari inflasi, 8,51 persen Upah Minimum Provinsi (UMP). Tapi, kami berupaya mengajukan kenaikan 10 persen,” ujar Ketua KSPSI Kabupaten Lebak, Yogi Rochmat, Selasa (22/10/19).

Ia mengatakan, usulan kenaikan UMK 2020 tersebut berdasarkan aspirasi para pekerja yang didasari kebutuhan sehari-hari. “Enggak boleh kaku, mengajukan kan boleh berapa saja. Dan ini adalah keinginan pekerja dengan melihat dari sisi kebutuhan,” ujar Yogi.

Menanggapi keinginan Apindo Lebak beberapa waktu lalu agar tak ada kenaikan UMK dengan alasan menjaga kondusifitas investasi, mantan wakil ketua DPRD Lebak ini menilai hal itu tak bisa direalisasikan.

“Enggak bisa, kalau enggak ada kenaikan berarti melanggar aturan dong, ini tidak mengganggu investasi. Pengusaha sudah siap, karena pengusaha pun investasi dibantu dengan kredit bank, salah satu syaratnya ikut aturan pemerintah itu saja,” ujar Yogi.

Loading...

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Lebak, Mamas Suparman mengatakan, bahwa adanya keinginan kenaikan UMK sebesar 10 persen oleh KSPSI itu sah-sah saja.

“Ya sah-sah saja, mau 10 atau 20 persenpun itu sah. Tapi, itu semua kan ada mekanismenya, dan harus ditempuh,” kata Maman.

Menanggapi statemen Apindo yang menginginkan agar di Kabupaten Lebak jangan ada kenaikan upah minimum karena dikhawatirkan akan membuat para investor merasa keberatan, Maman mengaku bahwa sebetulnya hal itu tidak berpengaruh.

“Jika ada kenaikan upah minimum 10 persen, saya rasa itu tidak akan membuat investor merasa keberatan, karena pengajuan kenaikan upah minimum yang diinginkan oleh teman-teman KSPSI ini masih dalam batas yang normal. Kita dari pemerintah daerah hanya menginginkan adanya keseimbangan antara pekerja (buruh) dengan pengusaha. Artinya, tidak ada yang merasa diberatkan, itu saja,” jelas Maman.

Diberitakan sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Lebak berharap Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lebak tak mengalami kenaikan di tahun 2020. Tujuannya agar iklim investor di Kabupaten Lebak tetap terjaga.

“Kami berharap UMK tahun 2020 tidak naik. Karena memang dari seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Lebak tidak semuanya mampu membayar upah sesuai UMK,” ujar Wakil ketua Apindo Kabupaten Lebak, Ace Sumirsa Ali kepada awak media usai rapat pra-pembahasan UMK Lebak 2020 di Kantor Disnakertrans Kabupaten Lebak, Kamis (17/10/19).(Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here