Apindo Kota Tangerang Usulkan Kenaikan 8,51 Persen Untuk UMK 2020

Apindo Kota Tangerang Usulkan Kenaikan 8,51 Persen Untuk UMK 2020
Apindo Kota Tangerang Usulkan Kenaikan 8,51 Persen Untuk UMK 2020

Centralnews – Tangerang, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang mengusulkan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 mendatang sebesar 8,51 persen. Besaran tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Kalau dari Apindo kalau bisa enggak naik. Karena sikon (situasi dan kondisi) ekonomi Indonesia dan perusahaan. Kalau pun enggak bisa, harus sesuai dengan PP Nomor 78 sebesar 8,51 persen UMK 2020,” kata Ketua Apindo Kota Tangerang Ismail, Senin (28/10/19).

Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuturkan, untuk upah minimum kota/kabupaten (UMK) masih dalam tahap awal perencanaan. Pada 2020 mendatang diprediksi akan naik sebesar 8,51 persen.

Sekretaris Disnaker Kota Tangsel Yantie Sari menuturkan, dia bersama tim sudah survei pasar untuk menentukan nilai kebutuhan hidup layak (KHL). Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak sebulan terakhir ini.

“Untuk KHL itu bukan sebagai data kami untuk perhitungan, tapi untuk perbandingan saja. UMK kami tidak boleh di bawah KHL, makanya kami harus survei juga KHL ini dan juga survei ke pasar-pasar,” ujarnya.

Loading...

Ia menjelaskan, UMK tiap tahun hampir sama, maksud dirinya, adalah sejak ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Itu sudah sejak tahun ini prosesnya sama, karena dia ada rumus-rumus. Survei pasar dapat KHL-nya dan kami lakukan rapat yang dilakukan minggu lalu,” ucapnya.

Pada Rabu (23/10/2019) pekan lalu, lanjut dia, itu harus menyatukan pendapat, bahwa semua harus mematuhi PP Nomor 78.

“Tapi, saat kami mau menghitung pada saat rapat kemarin belum bisa, karena kami menunggu angka, angka yang nantinya akan menjadi rumus PP Nomor 78, ada inflasi yang harus kami hitung, dan ada PDB pertumbuhan ekonomi nasional, jadi ini yang harus kami pakai rumusnya,” tuturnya.

Inflasi nasional sama pertumbuhan ekonomi nasional, angka ini yang harus kami hitung untuk menentukan UMK.

“Kemarin itu angka ini belum kami terima, sekarang kan sudah, dan nanti insyaallah kami di bulan November ini ke depan minggu awal kami akan rapat lagi,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pada intinya nanti UMK tidak boleh lebih kecil dari UMP, kemudian UMK disahkan Kamis (21/11/19) atau 40 hari sebelum Rabu (1/12/2020) dan untuk UMP sendiri adalah 2 bulan sebelum Rabu (1/12/20).

Diberitakan sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja KEP SPSI Kota Tangerang mengusulkan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) sebesar 12,57 persen atau setara Rp 4.356.400.

Meskipun kenaikan UMK sebesar 5,81 persen dengan melihat inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional, maka kenaikan UMK 5,81 persen, tapi jika mengacu pada survei pasar yang sudah kami lakukan, maka kenaikan UMK untuk Kota Tangerang sebesar 12,57 persen dan ini yang masih menjadi perdebatan,” tutur Wakil Ketua FSP KEP SPSI Kota Tangerang Hardiansyah.

Menurut dia, saat ini pemberlakuan PP Nomor 78 Tahun 2015 sudah memasuki tahun ke-5 dalam penetapan UMK. Tentunya, sebelum penetapan UMK tersebut, harus terlebih dahulu melakukan peninjauan kebutuhan hidup layak (KHL).

“Dan angka KHL untuk Kota Tangerang tahun 2020 sebesar 12,57 persen dari UMK tahun 2019 atau kalau dirupiahkan sebesar Rp 4.356.400. Kami sudah rumuskan rekomendasi UMK untuk kabupaten/kota se-Provinsi Banten,” katanya.(Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here