Suplai Air PDAM ke Pelanggan Digilir Karena Sumber Air Baku Mengering

Suplai Air PDAM ke Pelanggan Digilir Karena Sumber Air Baku Mengering
Suplai Air PDAM ke Pelanggan Digilir Karena Sumber Air Baku Mengering

Centralnews – Lebak, Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Malingping saat ini menerapkan sistem distribusi air ke pelanggan secara bergilir. Alasannya, karena sumber air baku PDAM di Curug Rame, Kampung Beber, Desa Cihuja, Kecamatan Cijaku mengering.

Kepala PDAM Malingping Agus Suganda mengatakan, suplai air kepada 1.700 pelanggan di wilayahnya saat ini terpaksa dilakukan dengan sistem bergilir atau shift. Mengingat, proses produksi air baku terkendala pasokan akibat mengeringnya sumber air dampak kemarau panjang.

“Intensitas air baku menurun drastis, seiring kemarau panjang yang melanda di tahun 2019 ini. Jadi kondisi ini memengaruhi produksi air,” kata Agus Suganda, Senin (28/10/19).

Ia menjelaskan, normalnya pipa inlet menuju sumber intake sebagai pompa air baku terendam air. Namun, alat itu sejak sepekan lalu kondisinya sudah berada di permukaan air dan tidak bekerja sesuai fungsi produksi secara normal. Sehingga, proses produksi tersendat.

“Sebagai penyedia jasa layanan, kami akan semaksimal mungkin memberikan yang terbaik. Namun, karena kondisi kemarau panjang menyebabkan pipa inlet yang berada di Sungai Cilangkahan, tepatnya di Curugrame Kampung Beber sudah mengering,” ujarnya.

Loading...

Pihaknya terus berusaha mencari solusi dengan memproduksi air, dengan alternatif menggunakan langsung saluran menuju sumur intake guna berproduksi. Namun, karena debit air masih di bawah standar, sehingga tidak membuahkan hasil maksimal.

“Seharusnya, 20 liter per detik. Tetapi, hanya mampu 17 liter per detik untuk didistribusikan kepada 1.700 pelanggan aktif. Makanya, dengan sangat terpaksa distribusi kepada pelanggan dilakukan secara bergiliran itupun jika listrik normal,” tuturnya.

Agus menambahkan, petugas terus mencari titik yang menyimpan sumber air yang bisa diproduksi. Kendala lainnya berkaitan dengan aliran listrik yang terkadang byar pet atau mati.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena penyebab tidak optimalnya pelayanan karena faktor alam. Namun demikian, kami berharap kewajiban para konsumenpun tetap untuk tepat membayar tagihannya karena ini juga untuk kebutuhan semua,” tuturnya.(Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here