Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Disperindag Lebak,Terus Berikan Binaan Serta Pengawasan Pada Pedagang

Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Disperindag Lebak,Terus Berikan Binaan Serta Pengawasan Pada Pedagang
Dedy Setiawan Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Kota Rangkasbitung

Centralnews – LEBAK, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan masyarakat veteriner, Dinas Pertanian Provinsi Banten bersama Disperindag Kabupaten Lebak Terus memberikan pembinaan serta pengawasan kepada para pedagang dipasar Kota Rangkasbitung, sebut saja salah satu nya memberikan edukasi dalam berbagi pengalaman bagai mana tatacara menciptakan pasar sehat, bersih terlebih menjadikan pasar yang Higienis, Kamis (31/10/19).

Pasar Kota Rangkasbitung dinilai higenis dibandingkan dengan pasar yang lainnya yang ada dibanten, ini termasuk pasar yang aman, dan untuk kebersihan pedagangnya juga sudah cukup bagus karena antara pemotongan unggas (ayam, bebek, itik) dilakukan di luar area pasar sehingga lapak yang ada di pasar ini terjaga kebersihannya” ujar DR. Ir. Hj. Aan Muawanah, MM kabid kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, Dinas Pertanian Provinsi Banten Kepada Centralnews.co.id,Di sela sela acara sosialisasi higiene sanitasi produk asal hewan di Pasar Rangkasbitung.

Menurut nya,”Pasar kota rangkasbitung (pasar basah khusus daging merah) kita fokus pada daging merah nya,pasar rangkasbitung dibandingkan dengan pasar pasar tradisional yang lain, ini sudah termasuk kategori Alhamdulillah bersih,”katanya

Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Disperindag Lebak,Terus Berikan Binaan Serta Pengawasan Pada Pedagang
Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Disperindag Lebak,Terus Berikan Binaan Serta Pengawasan Pada Pedagang

Dikatakan DR. Ir. Hj. Aan Muawanah, MM kabid kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, Dinas Pertanian Provinsi Banten,”Untuk kios daging belum diterapkan standar nomor kontrol veteriner sebagai standar higienis sanitasi, tetapi sudah ada pemahaman dari pedagang untuk memisahkan antara jeroan dan daging, karena jeroan merupakan sumber kontaminasi utama,”ungkapnya.

Lebih lanjut,”Daging yang mau dibeli, dari sentuhan konsumen juga dapat menyebabkan kontaminasi silang pada daging, dan sarana cuci tangan serta tisue juga merupakan pelayanan yang baik dari pedagang, tentu bagus dan baik jika produk yang dijualnya bersih, halal, utuh, sehat maka pasti konsumen juga aman mengkonsumsinya,” Tutupnya.

Loading...

Senada dikatakan Dedy Setiawan Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Kota Rangkasbitung, Bahwa pihak nya akan berupaya penuh membantu para pedagang untuk menciptakan pasar yang bersih dan higienis.

Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Disperindag Lebak,Terus Berikan Binaan Serta Pengawasan Pada Pedagang

” Alhamdulillah lahir pemahaman dari pedagang sudah memisahkan antara jeroan dan daging, karena jeroan merupakan sumber kontaminasi utama,kita juga tidak lepas dari budaya gotongroyong,jadi disini menjaga kebersihan pasar bukan saja tugas pedang,ini menjadi bagian tugas kami pemerintah sebagai Pembina”.

Ia menjelaskan,”jika kebersihan dilakukan oleh pedagang saja tidak akan maksimal,pasalnya kembali tergantung pada kesadaran dan SDM pedagang itu sendiri,dari itu kami sebagai pembina masuk ke para pedagang, dalam rangka membantu secara penuh bagaimana menciptakan pasar yang bersih,adapun langkah kami dengan cara membersihkan Lapak lapak mereka,bahkan dengan dilakukan penyemprotan menggunakan armada blambir,”katanya

Jangan sampai ada genangan air dari sampah-sampah yang meliputi area pasar,kita juga berharap pasar rangkasbitung ini bisa terwujud menjadi pasar yang bersih nan higienis,”Harapnya.(Andri/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here