Dirut BPJS Sebut Kenaikan Iuran Masih Terjangkau: Lebih Murah dari Pulsa

Foto: net, Ilustrasi BPJS

Centralnews – Jakarta, Terkait kenaikan iuran BPJS kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi ldris berpendapat, iuran yang naik masih tetap lebih murah dibandingkan harga pulsa.

“Yang kalau kita bicara perbandingan, lebih murah dari pulsa,” kata dia di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, seperti dilansir dari detikFinance, Jumat (1/11/2019).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, jika iurannya dibayarkan perhari akan terasa sangat terjangkau. Pasalnya, peserta hanya perlu membayar dalam sehari Rp 5.000-Rp 6.000 untuk kelas I, Rp 3.000-Rp 4.000 untuk kelas II, dan tidak lebih dari Rp 2.000 untuk kelas III.


“Bahwa iuran itu ada risetnya masih terjangkau,” jelasnya

“Kalau ada yang menyatakan pemerintah zalim, pemerintah membuat rakyat makin menderita, pemerintah kemudian menyengsarakan masyarakat itu tidak. Justru pemerintah hadir,” tambahnya.

Loading...

Diketahui, Mulai tahun depan akan berlaku kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja. Kenaikannya mencapai 100%. Namun itu diyakini masih terjangkau buat masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja sebesar dua kali lipat dari besaran saat ini, berlaku mulai 1 Januari 2020.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken Jokowi pada 24 Oktober 2019. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here