12 Tahun Pasangan Suami Istri dilebak Menempati Rumah Panggung

12 Tahun Pasangan Suami Istri dilebak Menempati Rumah Panggung
12 Tahun Pasangan Suami Istri dilebak Menempati Rumah Panggung

Centralnews – LEBAK, Warga miskin pasangan suami Istri Samlawi (35) dan Lina (30) warga Kampung Cicenang, Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten . Saat  ini rumahnya yang terbuat dari Material Bilik(BAMBU) berbentuk panggung dengan lantai dari bambu pula dan sudah Bolong bolong itu kondisinya sangat memprihatikan,dan butuh perhatian berbagai pihak. 

Dua Belas tahun sudah pasangan suami istri Samlawi dan Lina ini menempati rumah panggung sebagai tempat berteduh dan membesarkan kedua anaknya dan  kedua perempuan, yang satu duduk di kelas VI dan yang satu lagi dah berumur tujuh tahun, tapi tidak sekolah, dengan alasan tak memiliki biaya. Karena orang tuanya saat ini tak mempunyai pekerjaan. Samlawi sang suami tak bisa berbuat banyak untuk menafkahi keluarganya, karena setahun belakangan ini menderita struk dan mempunyai penyakit jantung. Untuk menyambung hidup dan makan sehari hari , keluarga ini  selain terkadang mendapat uluran tangan tetangga dan saudaranya. Sang istri Lina terpaksa menggantikan peran suaminya mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga. 

Menurut Lina, kondisi rumah yang ditempatinya ini masuk pada katagori tak layak Huni, karena selain terbuat dari bilik bambu dengan kondisi yang sudah bolong bolong, juga saat ini rumahnya tersebut sudah mengalami kemiringan dan berpotensi roboh. 

” Ya, pak mau gmana lagi, untuk biaya perbaikan kami tak memiliki biaya. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari hari saja, kami susah” Ujar Lina kepada Tangerang Raya di rumahnya, Senin (04/11/19). 

Rasa was was dan khawatir akan rumahnya roboh, sambung Lina selalu menghantui setiap saat. 

Loading...

” Terutama kalau malam, terkadang tidurpun kami tidak nyenyak. Hujan sudah dipastikan bocor, dan lebih was was lagi kalau ada hujan dengan dibarengi angin kencang.” Imbuh Lina. 

Meski dirinya masuk sebagai warga miskin, kata Lina, selama ini pihaknya tak pernah mendapatkan bantuan apapun dari berbagai program kemiskinan yang di gilirkan pemerintah. 

”  Terkadang kami suka cemburu, ko orang orang mah yang ekonominya lebih baik dari kami dapat bantuan, seperti rasta atau PKH  atau bantuan rumah tak layak huni,tapi ko kami malah tak pernah dapat?” Katanya. 

Karena itu kata Lina, pihaknya sangat berharap mendapat bantuan berbagai program kemiskinan yang digulirkan pemerintah.(Andri/Ryd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here