Nenek di Kota Serang Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Nenek di Kota Serang Tinggal di Bekas Kandang Ayam
Nenek di Kota Serang Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Centralnews – Serang, (07/11/19) Bertahun-tahun lamanya, Nenek Sapiah (90), tinggal di bekas kandang ayam seorang diri. Lantaran dia hidup sebatang kara. Lokasinya berada di Kampung Cidadap Pasir, RT 01 RW 03, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten.

Kamarnya berada dibelakang rumah milik Rohiyah (52). Ukuran kamarnya hanya 1,5 meter kali 1,5 meter. Karena sudah sepuh, pendengarannya pun kurang. Bahkan dia harus buang air besar dan kecil di tempat tidurnya.

Bahkan untuk merawat nenek Sapiah, seperti makan, minum, membersihkan tubuh sang nenek dan kotorannya, dilakukan oleh Rohiyah yang suaminya hanya seorang tukang ojek dengan penghasilan tak menentu setiap harinya.

Bangunan kamarnya hanya terbuat dari triplek tipis yang ditutupi spanduk bekas, alasnya hanya tanah. Atapnya pun hanya dari seng yang sudah bolong dan selalu bocor saat hujan turun. Nenek Sapiah hidup sebatang kara. Saat masih mudanya, sang nenek kerap memijat untuk orang yang membutuhkan tenaganya untuk ‘service badan’.

“Enggak punya suami, enggak punya keluarga, saudara. Kasian enggak ada yang ngurus. Saya kasih makan minum seadanya. Suami saya ngojek,” kata Rohayah, ditemui dikediamannya, Kamis (07/11/19).

Loading...

Hingga ahirnya keluhan Rohayah itu terdengar oleh pihak Koramil 0227/Cipocok, Kota Serang. Rohayah menceritakan kondisi Nenek Sapiah ke anggota Koramil yang datang melihat dan meminta dibuatkan kamar yang lebih layak.

“Alhamdulillah disini, dari Koramil, bapak ABRI datengin kesini, yang membangun ini dari Koramil. Kalaunbisa mah pengen dibantu sama pemerintah, ya terserah pemerintah lah (apa bantuannya),” jelasnya.

Nenek di Kota Serang Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Pihak Koramil 0227/Cipocok membenarkan telah membangun kamar yang lebih layak dibandingkan kondisi sebelumnya. Kapten CAJ (K) Ana Dahliana, selaku Danramil menjelaskan pihaknya saat itu tidak memiliki dana untuk membuatnya. Sehingga harus menggandeng dan mengajak toko material untuk bergotong royong membantu nenek Sapiah.

Danramil wanita satu-satunya di Banten ini menjelaskan kalau material bahan bangunan berupa semen, pasir, triplek, kayu hingga bajaringan di bantu oleh toko matrial. Kemudian yang membangun kamar nenek Sapiah dilakukan oleh prajuritnya. Bahkan keramik sebagai alas kamar sang nenek, menggunakan sisa keramik yang ada di Koramil 0227/Cipocok.

“Saya minta anggota saya keliling ke toko matrial untuk minta bantuan. Malu memang, tapi bagaimana lagi. Anggap saja kita membantu orangtua kita sendiri. Biar yang maha kuasa yang membalas,” kata Kapten CAJ (K) Ana Dahliana, ditemui dikantornya, Kamis (07/11/19).

Kapten Ana mengaku apa yang dilakukan prajuritnya untuk membuatkan rumah kayak hunu masih belum sempurna. Namun hanya itu yang bisa dilakukan olehnya untuk membantu sesama. Terlebih Nenek Sapiah sudah di anggaonya sebagai orangtuanya sendiri.

“Kita bangun ala kadarnya saja, setidaknya lebih layak dari sebelumnya. Luasnya kita tambah jadi 2,5 meter kali 1,75 meter. Karena lahannya terbatas. Kita bangun selama tiga hari,” jelasnya.(Yandhie/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here