Rambutan Tangkue Maja Terancam Punah

Rambutan Tangkue Maja Terancam Punah
Rambutan Tangkue Maja Terancam Punah

Centralnews – Lebak, Rambutan Tangkue khas Kabupaten Lebak yang berasal dari Kecamatan Maja, keberadaannya kini terancam punah. Hal ini akibat dari pengembangan Kecamatan Maja menjadi kota satelit dan kawasan perumahan sebagai daerah penyangga ibu kota Jakarta.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna membenarkan, bahwa akibat dari pengembangan kawasan kota kekerabatan Maja berimbas pada hilangnya ribuan pohon rambutan tangkue khas Kabupaten Lebak milik sejumlah petani setempat.

“Pengembangan kawasan ini sudah tidak bisa kita hindari, karena hal tersebut sudah diatur dalam RT RW,” kata Dede, Rabu (06/11/19).

Menurut Dede, data jumlah pohon tangkue secara detail di Kecamatan Maja jumlahnya mencapai ribuan. Yang hilang akibat pengembangan kawasan perumahan sekitar 40 persen dari jumlah pohon yang ada.

Sebagai pengganti kawasan untuk pengembangan Rambutan Tangkue khas Maja ini, akan dikembangkan di Kecamatan Sajira dan Curugbitung, walaupun secara kaalitas mungkin tidak akan sama dengan Rambutan Tangkue yang ada di Kecamatan Maja.

Loading...

“Penurunan produksi Rambutan Tangkue ini sangat signifikan hingga 40 persen,” ucap Dede.

Ia mengungkapkan, bahwa yang menjadi kekhawatiran pihaknya adalah akibat lahan pertanian yang dialih fungsikan. Sehingga petani mau tidak mau harus beralih profesi, dan harus dilakukan pembinaan serta pelatihan kepada para petani yang berlaih profesi. Jika tidak dilakukan pembinaan dan pelatihan keterampilan, maka akan menjadi permasalahan baru untuk masyarakat dan pemerintah.

“Jadi masyarakat Kecamatan Maja kini sudah tidak menjadi produsen lagi, melainkan menjadi pasar potensial. Mau tidak mau masyarakat setempat harus sudah menyiapkan diri secara mental dan keterampilan,” ujar Dede. 

Fadilah seorang warga Maja mengatakan, pengembangan kota kekerabatan Maja berimbas pada mengurangnya buah yang dihasilkan pohon yang ada.

“Saya masih mempunyai beberapa pohon Rambutan Tangkue, tapi kuantitas buah yang dihasilkan turun drastis, bahkan ada yang tidak berbuah, mungkin ini akibat pembangunan perumahan besar-besaran hingga kualitas tanah berubah,” ucapnya.(Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here