Warga Dituduh Palsukan Surat Tanah, Ajukan Pra Peradilan

Centralnews – Serang, Seorang warga bernama Bay Humaidi ditahan oleh pihak kepolisian, lantaran di duga memalsukan Warkah atau dokument pendaftaran tanah. Karena tuduhan dan penahanan tersebut di anggap tidak sesuai prosedural, maka dilakukan pra peradilan. Lantaran tidak memenuhi dua alat bukti yang kuat. Bahkan tidak ada saksi yang menyatakan bahwa Bay Humaidi memalsukan Warkah tersebut.

“Dasar kami untuk mengajukan pra peradilan ini adalah kami menilai bahwa ambang batas keraguan mengajukan pra peradilan itu tidak terpenuhi, karena berdasarkan Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa untuk dinyatakan sebagaj tersangma, harus memenuhi dua alat bukti. Nah terkait dengan ini alat bukti yang di ajukan oleh pihak penyidik kepada termohon itu tidak terpenuhi secara sempurna,” kata Alvon Kurnia Palma, pengacara warga dari AKP dan P Lawfirm, ditemui di PN Serang, Selasa (19/11/2019).

Bay Baihaki sebenarnya hanya warga biasa yang menurut keterangan Alvon, tanah nya di duga diserobot oleh PT Lotte Chemical di Kota Cilegon, Banten. Kemudian tiba-tiba, tanahnya sudah beralih tangan dengan bukti kepemilikan Warkah dari orang lain.

Bay Baihaki kemudian melapor hal tersebut ke pihak kepolisian. Namun menurut Alvon, Bay malah dijadikan tersangka dan di tahan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, yang dimaksud dengan warkah adalah dokumen yang merupakan alat pembuktian data fisik dan data yuridis bidang tanah yang telah dipergunakan sebagai dasar pendaftaran bidang tanah tersebut. Jadi secara umum, warkah yang dimaksudkan dalam peraturan ini adalah bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum pidana maupun perdata untuk diserahkan oleh pemegang hak atau kuasanya atau pihak lain yang berkepentingan ke Kantor Pertanahan sebagai bahan penelitian dan pengumuman data yuridis bidang tanah yang bersangkutan dan untuk selanjutnya disimpan sebagai warkah di Kantor Pertanahan.

Loading...

Isi Warkah yang disimpan oleh Kantor Pertanahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sertipikat Tanah yang diterbitkan oleh BPN. Didalam warkah tersebut berisi berbagai surat/berkas yang dipersyaratkan, terutama sekali adalah riwayat beserta bukti penguasaan atau kepemilikan tanah yang dapat dijadikan dalam membuat sertipikat asli atau berupa fotocopi (salinan) yang terdiri dari Fotocopi identitas pemohon (KTP), bukti perolehan tanah (Surat Penguasaan Tanah dari Pejabat yang berwenang, Keterangan Waris, Letter C, Akta Verbonding/Belanda, akta-akta PPAT, dll), berkas-berkas pendukung lainnya yang berasal dari formulir yang dipersyaratkan (permohonan, pernyataan-pernyataan, berita acara, dll), dokumen mengenai bidang tanah yang dibuat dalam proses sertipikat (peta pendaftaran, daftar isian tanah, surat ukur, buku tanah, SK Pemberian Hak Atas Tanah)

Lampiran-lampiran lain yang diperlukan (Fotocopy SPPT-PBB, buktisetor pajak, IMB, dll).

“Seperti contoh nya satu warkah yang di duga telah dipalsukan seperti yang dinyatakan di dalam pasal 263 ayat satu dan dua itu sudah kadaluarsa. Kemudian  kedua, dalam warkah tersebut tidak adanya hasil penelitian dari Puslabfor yang menyatakan warkah tersebut adalah palsu. Selanjutnya warkah tersebut tidak ada dokumen pembanding guna di nyatakan sebagai suatu dokument yang palsu,” terangnya.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, Alvin mengajukan gugatan di PN Serang, agar klien nya dapat dibebaskan dari tahanan dan namanya dibersihkan dari segala tuduhan.

“Atas itu kami mengajukan gugatan pra peradilan untuk bisa di sidangkan di PN Serang,” jelasnya. (Yandhi/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here