UMK Tinggi, Perusahan Raksasa di Banten Hengkang

Foto: net, Ilustrasi gambar

Centralnews – Serang, Penatapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang telah di sahkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim beberapa waktu membuat perusahaan perusahan yang berada di Banten berpikir ulang untuk tetap produksi di Banten. Dan benar saja hal tersebut terjadi, tercacat 2 perusahan besar di Banten akan segera hengkang yakni perusahan sepatu dan textil 

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten. membenarkan hengkangan dua perusahan besar dari Banten. Tommy Rahmatullah Sekretaris APINDO Banten saat di konfirmasi menjelaskan dampak dari kenaikan upah minimum tersebut.

“Kemaren di acara Banten Invesment Gethering di Ace, BSD, Tangerang yang juga di hadiri wakil gubernur Banten, beberapa industri sudah menyampaikan termasuk APINDO. Dampak dari kenaikan upah khususnya sektoral ini cukup besar dan memberatkan pengusaha,” kata Tommy Rahmatullah Sekretaris APINDO Banten Kamis (28/11).

“Perwakilan industri, APINDO juga di dalamnya saat acara tersebut menyammpaikan ke Pak Wakil Gubernur, bahwa upah sektoral yang di tetapkan cukup tinggi dan memberatkan perusahan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dari perusahaan sepatu sendiri sudah proses merelokasi beberapa unit produksinya ke wilayah yang memiliki umk yang lebih rendah di banding Banten.

Loading...

“Termasuk juga industri textil juga sudah menyampaikan hal serupa bahkan industri textil melalui asosianya telah bertemu presiden beberapa hari yang lalu  dan pihak pemerintah telah menyiapkan lahan di jawa tengah,” terangnya.

“Bahkan pemerintah pusat akan mengakomodir dan menyiapkan kawasan khusus di jawa tengah,” tambahnya. (Mamo/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here