Buruh Cilegon Minta Kenaikan UMKS 18 Persen pada 2020

Buruh Cilegon Minta kenaokan UMKS 18 Persen pada 2020
Buruh Cilegon Minta Kenaikan UMKS 18 Persen pada 2020

Centralnews – Cilegon, Buruh di Kota Cilegon menuntut kenaikan upah minimum sektoral (UMSK) tahun 2020 menjadi dua kali lipat dari tahun lalu. Hal tersebut diungkapkan buruh saat unjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Selasa (03/12/19).

Ketua Serikat Buruh Cilegon Rudi Sahrudin menjelaskan, buruh menuntut kenaikan UMSK tahun 2020 untuk industri kelompok 1 sebesar 18 persen dari upah minimum kabupaten kota yang telah ditetapkan.

Diketahui di tahun ini, UMSK untuk kelompok tersebut sebesar Rp370 ribu atau sembilan persen dari UMK. Dengan tuntutan 18 persen, artinya UMSK tahun 2020 yang diminta buruh sebesar Rp756 ribu.

Sedangkan untuk kelompok 2, buruh menuntut kenaikan UMSK sebesar 14 persen, kelompok 3 sebesar 12 persen. Sama halnya dengan kelompok 1, kenaikan yang dituntut buruh pun dua kali lipat dari UMSK tahun ini.

Rudi menilai, tuntutan yang disampaikan buruh wajar mengingat geliat industri di Kota Cilegon cukup baik. “Kota Cilegon itu perusahaan tidak masalah, kalau ada satu atau dua silahkan dibahas secara internal, jangan digeneralisasi,” ujar Rudi, dilansir dari radarbanten.co.id

Loading...

Dijelaskan Rudi, industri-industri yang ada di Kota Cilegon di setiap kelompoknya adalah industri unggulan. Ia mencontohkan, industri kelompok 1 yang bergerak di bidang logam dan kimia adalah industri unggulan. Hal serupa pun terjadi pada industri kelompok 2, di mana bergerak di bidang industri rumah tangga seperti gula dan tepung. “Semuanya unggulan, kita sendiri yang tahu karena kita yang bekerja, kita yang jadi buruh,” ujarnya.

Kemudian, buruh pun menilai kinerja industri pun saat ini sangat baik, hal itu dilihat dari terealisasinya target-target yang ditetapkan perusahaan.

Kata Rudi, buruh akan tetap memperjuangkan tuntutan itu. Alasan yang diutarakan oleh perwakilan industri terkait kondisi perusahaan yang sedang bermasalah tidak berdasar. Menurutnya, hanya sedikit perusahaan yang bermasalah, selebihnya dalam kondisi baik.

Rudi berharap Pemkot Cilegon segera memberikan rekomendasi ke Gubernur Banten Wahidin Halim tentang besaran UMSK tersebut.

Sejak Selasa siang, perwakilan buruh, Disnaker Kita Cilegon, dan perwakilan industri berunding guna membahas hal tersebut. Namun hinggal pukul 20.10 WIB rapat tersebut belum menemukan titik temu.

Sementara itu, Ketua Appindo Kota Cilegon Tommy menuturkan, tuntutan yang diminta oleh buruh perlu dipertimbangkan mengingat angka yang diminta cukup tinggi.

Namun, ia mengaku, ingin mendapatkan kesepakatan bersama dengan buruh sehingga tidak ada satu pun pihak yang merasa dirugikan. “Saya belum bisa berkomentar lebih jauh karena masih dibahas dengan buruh,” tuturnya tadi malam.(Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here