Temuan Relawan Dilokasi Banjir Bandang Kabupaten Lebak

Centralnews – Serang, Relawan Kampung Indonesia, Muhammad Arif Kirdiat, selama satu minggu kebelakang, dia bersama rekan-rekannya berada dilokasi bencana dan banyak mendapatkan temuan dan keluhan baru dari para korban. Dia bercerita ada ribuan lubang tambang emas yang kini sudah tidak beroperasi lagi, usai dilajukan razia oleh pihak kepolisian dan TNI.

“Lubang tambang itu ada di anak Sungai Cibeurang. Mereka (bukit dan gunung) longsor kemudian mendorong arus sungai ke Sungai Cibeurang, itu yang menyebabkan bencana. Aktifitas pertambangan aktif saat ini tidak terlihat, namun beberapa loaksi tambang, beberapa gulundung masih ada dilokasi tambang yang ditinggalkan pemiliknya,” kata koordinator Relawan Kampung Indonesia, Muhammad Arif Kirdiat, kepada sejumlah awak media saat di ajak berdiskusi di press room Kota Serang, Banten, Ranlbu (15/01/2020).

Dia pun menemukan adanya dua perkampungan yang hilang terseret banjir bandang dan tertutupi lumpur saat bencana mendera wilayah Lebak pada 01 Januari 2020 silam. Menurut keterangan Arief, perkampungan yang hilang itu berada di RT 02 dan 03, Desa Banjar Sari, Kecamatan Lebak Gedong. Setidaknya disana lebih dari 100 rumah yang hilang dan terkubur lumpur.

Arief yang membuka posko Relawan Kampung Indonesia di Cinyiru bercerita saat malam hari mulai terlihat lampu-lampu pijar warga, yang dia duga merupakan perkampungan dan belum bisa di akses oleh kendaraan.

“Kami kesana (Desa Banjar Sari) dan bertemu dengan Pak RT Sarimin, mengutarakan seperti itu dan kami lihat sudah rata dengan tanah. Kalau kita lihat secara kasat mata, sebenarnya akan terlihat saat malam hari, ketika mulai menyala lampu pijar milik mereka. Saya bicara dengan warga di Cinyiru, ternyata masih ada beberapa kampung yang belum sama sekali bisa di akses, bisa mencapai puluhan (kampung), disekitar Gunung Julang pun ada beberapa kampung. Disekitar Cigobang juga sama dan Desa Muhara (juga ada). Agar segera ditanggapi dan dilakukan aksi cepat tanggap,” jelasnya.

Loading...

Arief mendapatkan keluhan dan laporan dari para warga akan banyaknya harta benda mereka yang hilang, seperti hewan ternak hingga meteran listrik. Dia pun meminta agar pihak kepolisian melakukan patroli, terutama saat malam hari ke rumah warga yang tinggalkan para oleh para korban untuk mengungsi. 

“Pentingnya ada aparat (Polisi) yang menjaga keamanan disetiap kampung, karena sejak seminggu ini banyak kehilangan dari pemilik rumah, seperti hewan ternak, padi yang mereka panen sampai yang paling parah hilangnya meteran listrik milik warga,” terangnya. (Yandhi/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here