Ketua DPRD Kota Serang Respon Cepat Aduan Masyarakat

Sumber Foto: Detak Banten

Centralnews – Serang, Terkait adanya aduan dari masyarakat Kampung Kabalen, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, soal pembongkaran untuk keperluan revitalisasi kawasan Banten Lama, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustiandi dinilai cepat tanggap dalam merespon aduan tersebut.

Hal tersebut terlihat dari tindakan Ketua DPRD Serang bersama anggota komisi IV yang langsung dengan sigap melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk menyerap aspirasi warga tersebut. Warga mengadu lantaran merupakan korban gusuran dan merasa diterlantarkan akibat revitalisasi tersebut.

Marni (60) salah seorang warga yang rumahnya tergusur proyek Revatilisasi Kawasan Banten lama mengatakan tidak diberikannya solusi pasca penggusuran.

 “Ya kita bingung ini, setelah hampir 35 tahun kita hidup disini, sekarang rumah sudah di hancurkan, mau tinggal dimana lagi, bingung kita,” kata Marni, Senin, (6/01/2020) kemarin.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Kota Serang, mengatakan, dari aduan tersebut dikatakan jika ganti rugi tidak sesuai dengan nilai apraisal yang membuat Warga menolak. Dirinya juga menjelaskan jika tidak ada yang salah dalam proyek tersebut.

Loading...

“Cuma kabarnya ada intervensi, Warga mengaku sampai ada ancaman rumahnya mau dibakar kalau menolak dibongkar. Saya sangat menyayangkan kalau hal itu benar. Saya akan klarifikasi kebenarannya,” kata Budi Rustiandi.

Lebih lanjut, Budi menyayangkan ancaman tersebut. Menurutnya, Pemerintah provinsi Banten seharusnya memberikan kenyamanan pada warga masyarakat, bukan malah menzolimi.

“Mereka inikan bukan menghalangi, bukan tidak inginkan kemajuan, bukan tidak ingin ada pembangunan, tapi harus pas ganti ruginya, masa rumah dan usaha mereka digusur proyek Revatilisasi Banten lama tidak sesuai,” katanya menambahkan.

Meski demikian, Budi mengaku tetap mendukung revitalisasi tersebut dengan catatan harus menggunakan cara manusiawi dan mengutamakan cara-cara persuasif.

“Pemkot Serang juga harus responsif begitu ada warganya yang merasa dirugikan,jangan cuma diam. Upayakan dialog supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” lanjutnya.

“Semoga ini menjadi perhatian bersama. Tentu ini akan menjadi evaluasi. Semoga tak terulang lagi,” tutupnya. (ADV/Mamo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here