Soal Ternak Ayam di Ciomas, Gemas Nilai Pemerintah & Perusahaan Ceroboh

Centralnews.co.id

Centralnews – Serang, Mahasiswa asal Ciomas Kabupaten Serang yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat (Gemas) menilai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ceroboh.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu mahasiswa pada saat mediasi yang dilakukan di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu antara mahasiswa dan masyarakat Ciomas, Rabu (19/02/2020).

“Saya menilai ada kecerobohan dari pemerintah dan perusahaan kandang ayam di Ciomas, dengan adanya perusahaan kandang ayam ini, masyarakat Ciomas merasa terkena dampaknya seperti bau dan lain-lain,” katanya.

Dirinyapun menyebutkan bahwa pihak perusahaan dan pemerintah jangan hanya mencari keuntungan saja dari Kabupaten Serang, tapi pikirkan juga kondisi masyarakat sekitar. Pikirkan juga dampak yang ada di wilayah sekitar.

“Lihat kondisi yang ada saat ini, jangan hanya mencari keuntungan semata saja,” ungkapnya.

Loading...

Dengan adanya lontaran kata bahwa pemerintah dan perusahaan ceroboh, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Serang Syamsudin mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, karena menurutnya ia mau melangkah kemana saja terkena imbasnya.

“Maju kena mundur kena, ketika saya membatalkan perizinan perusahaan saya bakal dituntut oleh pihak perusahaan dan jika saya lanjutkan maka saya dituntut oleh masyarakat. Maka saya dan kepala bidang lainnya harus mencari jalan keluarnya,” jelasnya.

“Kami terima atas kata ketidakcerobohan dari massa untuk kami pemerintahan Kabupaten Serang. Memang saya akui saya ceroboh untuk hal ini,” sambungnya.

Kadis mengharapakan kepada massa jangan ada sisi anarkis dengan adanya kasus kandang ayam di Ciomas.

“Kalau ada anarkis ini sudah masuk unsur pidana, saya minta massa menunggu dulu, karena saya besok akan memanggil pihak perusahaannya untuk menemukan jalan keluarnya,” tukas Syamsudin. (Oki/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here