Pegawainya Meninggal Karena Covid-19, Kemenkeu Bungkam

Centralnews – Serang, Seorang pegawai Kantor Pajak Pratama (KPP) Serang Barat dikabarkan meninggal dunia karena terpapar covid-19. Pegawai tersebut berinisial ENW dan menduduki posisi Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluh dan sempat berinteraksi dengan Walikota Serang, Safrudin, dan sejumlah petinggi di Ibu Kota Banten.

Redaksi coba mengkonfirmasi meninggalnya pegawai Kementrian Keuangan (Kemenkeu) tersebut ke Humas KPP Pratama Banten, Ida Layla. Namun dia menyarankan agar menghubungi hotline service covid-19 Kemenkeu.

Redaksi pun coba mengubungi Dina, Humas Kemenkeu, dia pun meminta redaksi menghubungi Devi di bagian Humas Kemenkeu. Begitupun Devi enggan memberikan komentar atau rilis resminya dan melemparkannya kepada Endang, Humas DJP. Sama halnya dengan yang lain, Endang meminta redaksi menghubungi Sir P2Humas. Hingga berita ini ditulis, belum ada satupun orang Kemenkeu yang bisa memberikan statment ataupun rilis resmi mengenai pegawainya yang di duga meninggal karena terpapar covid-19.

Hal ini penting untuk keterbukaan informasi, terutama mentracking siapa saja yang bersentuhan dengan almarhum dan tindak lanjut kementrian terhadap pasien lainnya dan penanggulangan penularan covid-19.

Pegawai tersebut di akui oleh Hari Pamungkas, Kepala Dinas Kominfo Kota Serang, pernah bertemu dengan Walikota Serang, Safrudin, pada 28 Februari 2020 dalam kegiatan asistensi pengisian SPT tahunan.

Loading...

“Almarhum beserta rombongan KPP Pratama Serang Barat diagendakan bertemu dengan Walikota tanggal 28 februari 2020, dalam kegiatan asistensi pengisian SPT tahunan,” kata Kadis Kominfo Kota Serang, Hari Pamungkas, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Selasa (31/03/2020).

Saat itu, rombongan almarhum diterima langsung oleh Walikota Serang, Sekretaris Daerah Kota Serang, dan Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang. Berdasarkan informasi yang diterima Hari, melihat kronologis kejadian, almarhum mulai sakit dan tidak masuk kantor pada 15 Maret 2029 dan meninggal dunia tanggal 29 Maret 2020.

Namun guna memastikan lebih lanjut, pihaknya sedang menunggu kabar resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) atau rumah sakit tempat almarhum mendapatkan perawatan.

“Berdasarkan runtutan peristiwanya kemungkinan pada saat bertemu walikota dan jajarannya tersebut, belum terpapar atau terindikasi pasien covid-19,” terangnya.

Walikota dan jajaran Pemkot Serang yang bertemu almarhum mengaku siap diperiksa oleh tim medis, untuk memastikan kesehatannya. Namun semua itu masih menunggu kepastian dari Dinkes Kota Serang, terkait ketersediaan dan pembagian rapid test yang diterima dari Provinsi Banten.

“Pada prinsipnya walikota dan pejabat yang pada saat waktu tersebu rapat dengan beliau (almarhum), siap untuk melakukan tes covid-19. Tapi tetap memperhatikan ketersediaan alat rapid tes tersebut karena yang diutamakan adalah masyarakat,” jelasnya. (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here