Jokowi Nilai Prosedur Penyaluran Bansos Berbelit

Centralnews – Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terkait permasalahan prosedur penyaluran dana bantuan sosial yang dinilai berbelit.


Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan penyederhanaan prosedur bansos tunai dan BLT dana desa melalui video conference di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Problemnya adalah masalah prosedur yang berbelit, padahal situasinya adalah situasi yang tidak normal dan bersifat extra ordinary,” kata Jokowi, Selasa (19/5/2020).

Saya minta aturan itu dibuat sesimpel mungkin, sederhana mungkin, tanpa mengurangi akuntabilitas, sehingga pelaksanaan di lapangan bisa fleksibel,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (19/5).

Lebih lanjut, Mantan Wali Kota Solo itu meminta, agar masyarakat yang membutuhkan segera mendapatkan bantuan, penyaluran bantuan sosial perlu dipercepat dengan cara memangkas prosedur yang berlaku.

“Saya minta aturan itu dibuat se-simpel mungkin, sesederhana mungkin tanpa mengurangi akuntabilitas sehingga pelaksanaan di lapangan bisa fleksibel,” tegasnya.

Loading...

Masih mengutip dari CNBC Indonesia, sampai saat ini penyaluran bantuan sosial masih di bawah 50%. Berdasarkan catatan kepala negara, bantuan langsung tunai desa baru direalisasikan 15%, sementara bantuan sosial tunai baru 25%.

“Saya minta sekali lagi prosesnya dipercepat, prosesnya disederhanakan,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas kemarin. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here