Dampak Covid-19, Bos BUMN Sebut Bisnis Tol Ambyar

Foto: net.

Centralnews – Jakarta, Pergerakan orang dan kendaraan yang turun akibat pembatasan sosial membuat tol cukup terpukul. Hal ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

Penurunan traffic lalu lintas jalan tol terjadi di semua tol milik Waskita Toll Road. Demikian dikatakan oleh
Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto yang mengeluhkan betapa lesunya bisnis tol di masa pandemi Covid-19.

“Kalau istilahnya mas Didi Kempot itu ambyar, di mana saat pandemi Covid-19 viral, ada anjuran di rumah saja, kemudian ada penyekatan-penyekatan untuk orang-orang yang mau ke luar kota,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia yang dikutip oleh Centralnews.co.id, Kamis (28/5/20).

Lebih lanjut dirinya menuturkan, penurunan rata-rata di awal masa pandemi Covid-19 berkisar 60%.

Masih mengutip dari CNBC Indonesia, Ketika sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diikuti dengan banyaknya penyekatan, penurunan traffic terjun lagi hingga 60%.

“Menuju lebaran, karena banyak penyetopan terutama di ujung, Jakarta-Cikampek, akan berdampak di ruas kita seperti, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang itu tren tambah menurun di saat lebaran, sampai ke 80%,” keluhnya.

Loading...

“Jadi memang sangat menyedihkan dari sisi bisnis jalan tol yang sangat mengharapkan dari sisi revenue traffic,” lanjutnya.

Selain itu, penurunan dibandingkan masa normal tersebut belum berubah hingga memasuki masa arus balik lebaran. Hingga saat ini, tren penurunan dibanding hari normal mencapai 70-80%.

“Mungkin sampai H+7 tren tidak berubah banyak karena penyekatan, kalau kita lihat di berita-berita kan tetap masif, sehingga banyak kendaraan adalah logistik,” tandasnya.

Ia menyebut, penurunan terparah terjadi di tol-tol yang ada di Jabodetabek. Menurutnya, traffic tol milik Waskita Toll Road di Jabodetabek sudah anjlok sejak beberapa bulan sebelum lebaran.

“Lebih parah di posisi tol kita yang ada di Jabodetabek, yaitu Becakayu maupun Bocimi, kalau tadi PSBB turun 60-65%, khusus Jabodetabek turun 80% saat PSBB. Banyak penduduk kota yang memang sudah sadar, takut keluar, di rumah. Dampaknya cukup besar di ruas kami di Jabodetabek,” urainya. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here