Kepala Polisi Houston-Texas Nilai Trump Hanya Perkeruh Keadaan

Foto: net.

Centralnews – Jakarta, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diminta tutup mulut lantaran dinilai tak memiliki pernyataan konstruktif yang dapat meredam demonstrasi anti-rasisme yang belakangan terjadi dalam sepekan terakhir di AS.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Houston, Texas, Art Acevedo saat ditanya oleh presenter CNN, Christiane Amanpour, soal tanggapannya terhadap pernyataan Trump kepada para gubernur AS dalam menangani situasi demo.

Seperti diketahui, Demonstrasi itu dipicu oleh kematian warga kulit hitam AS, George Floyd sebagai puncak amarah publik AS terkait kebrutalan dan sikap rasial yang sistematis, terutama oleh aparat terhadap warga kulit hitam dan minoritas.

George Floyd meninggal setelah kehabisan napas ketika lehernya ditekan oleh lutut seorang polisi saat dalam penangkapan. 

“Kepada Presiden AS atas nama seluruh polisi di negara ini, saya katakan jika Anda tidak memiliki sesuatu yang konstruktif, lebih baik tutup mulut Anda,” kata Acevedo saat diwawancarai oleh CNN soal tanggapan polisi terkait respons Trump dalam menangani protes pada Senin (1/6) seperti dikutip dari CNN Indonesia pada Rabu (3/6/2020).

Loading...

Masih mengutip dari CNN Indonesia, dalam sebuah rapat telekonferensi, Trump menganggap para gubernur negara bagian AS lemah dan tak bisa mendominasi situasi dan para pengunjuk rasa.

Melalui rekaman percakapan yang bocor, Trump terdengar meminta para gubernur AS untuk mendominasi keadaan dan juga para pedemo.

Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Ia juga menganggap masukan presiden hanya menempatkan para pedemo, yang mayoritas merupakan warga berusia sekitar 20-30 tahunan, dalam risiko besar.

Acevedo menggap, pernyataan sang presiden hanya memperkeruh keadaan.

“Ini bukan soal mendominasi, ini terkait bagaimana caranya kita memenangkan hati dan pikiran mereka. Satu-satunya cara untuk menghadapi kebencian adalah dengan cinta dan engagement, bukan dominasi,” kata Acevedo.

“Jika Anda tidak punya sesuatu untuk dikatakan, lebih baik diam. Ini adalah sikap dasar dalam kepemimpinan, dan saat ini Amerika sangat membutuhkan sifat kepemimpinan itu dalam karakter seorang presiden. Kami tidak ingin orang yang tidak peduli mengendalikan situasi saat ini,” paparnya menambahkan.

Untuk diketahui, Aksi protes pertama kali mencuat di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd pada Senin (25/5), kemudian demonstrasi solidaritas terhadap Floyd berlangsung di puluhan kota dan negara bagian di AS.

Presiden Donald Trump mengatakan akan mengerahkan personel militer untuk menangani kerusuhan tersebut. Hal ini lantaran menganggap sebagian besar gubernur negara bagian AS dan aparat lemah dalam menindak demonstrasi yang berlangsung rusuh di beberapa wilayah yang dikatakannya dalam sebuah rapat telekonferensi terkait penanganan unjuk rasa.

“Jika pemerintah kota atau negara bagian menolak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi properti dan warganya, saya akan mengerahkan personel militer AS dan dengan cepat menyelesaikan masalah ini,” ujar Trump. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here