Kisah Sedih Orang Tua Korban Traficking Di Kabupaten Serang

Centralnews- Serang, Orang tua Budi mengaku bingung dan khawatir kondisi anak nya yang tidak ada kabar selama beberapa minggu. Dia pun bingung, tidak mengerti harus melakukan apa untuk mencari tahu keberadaan anak bungsu nya itu.

“Perasaan ibu lega, senang, tadinya mah enggak bisa tidur, makan keingetan anak, ibu nangis terus, ngelamun terus ibu itu, ngelamun anak, gimana makan nya? Dimana tidurnya? Badan ibu sampe kurus sekarang itu tuh. Takutnya di bunuh aja sama orang sama gituh. Enggak ada komunikasi,” kata ibu dari Budi, Masrai (60), ditemui dirumahnya, Senin (06/07/2020).

Riki Suhendra (35), anggota DPRD Kabupaten Serang asal partai Demokrat mengaku dia awalnya tak percaya dengan pesan pertama yang dikirimkan oleh Budi Setiawan ke akun Facebook (FB). Pesan pertama yang dikirimkan Budi, berisi minta tolong agar di pulangkan. Selang beberapa hari, Budi mengirimkan pesan ke akun medsos Riki, dengan menceritakan kronologis dan kondisinya di lokasi penampungan TKI ilegal.

Riki pun berupaya memulangkan Budi Setiawan ke Indonesia dan menjemput Budi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Minggu malam, 05 Juli 2020. Kemudian dibawa pulang ke rumah orang tuanya dan sampai sekitar pukul 01.30 wib dini hari tadi, Senin 06 Juli 2020.

“Awalnya inbox ke saya, awalnya enggak respek. Katanya tolong saya, saya di jual orang di Malaysia. Terus dia inbox saya lagi. Terus saya minta tolong temen disana untuk ngecek, terus pesankan tiket, rapid test juga. Saya jemput di Bandara Soetta, saya anter ke rumah orang tuanya,” jelas Riki Suhendra, ditempat yang sama, Senin (06/07/2020).

Loading...

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Budi Setiawan (23), warga Kampung Ciendut, Desa Bunihara, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, menajad korban traficking di Malaysia. Dia di jual Rp 7 juta ke majikannya di negeri Jiran.

Selama lima bulan bekerja, Budi tidak pernah menerima upah dan hari libur. Dokumen yang dia miliki ternyata palsu, sehingga terjaring razia imigrasi Malaysia, sempat di penjara hingga di ungsikan ke tempat penampungan di Pontianak. (Yandhie/Ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here