Erick Tohir Ingin Rampingkan BUMN Jadi 12 Kluster, Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Menteri Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) Erick Thohir berencana merampingkan perusahaan plat merah dari 27 kluster menjadi 12 Kluster

Centralnews-Jakarta, Menteri Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) Erick Thohir berencana merampingkan perusahaan plat merah dari 27 kluster menjadi 12 Kluster, hingga tersisa hanya 40 nantinya. Saat ini, perusahaan plat merah yang ada terdapat 107 perusahaan.

“Lebih baik kita kecilkan BUMN-nya, kita fokuskan dan kemarin kurang lebih, nanti dari 27 kluster jadi 12 kluster. Dari 12 kluster itu tidak akan lebih dari 40 BUMN nantinya,” ungkap Erick dalam acara Sapa Indonesia Malam di KompasTV yang dikutip Kompas.com pada Minggu (12/07/20).

Menurut Erick, jika tak dirampingkan, akan sulit untuk mengawasi satu per satu perusahaan plat merah tersebut. Hal itu dilakukan untuk meringankan tugas dari Kementerian BUMN dalam melakukan pengawasan.

“Lalu sisanya kemana, nanti sisanya sesuai Keppres yang sudah diberikan pada saya untuk bekerjasama dengan Bu Sri Mulyani, nanti BUMN yang memang tidak masuk kluster ini kita masukan ke PPA. Di mana PPA ini akan fokus restrukturisasi, menutup atau yang lainnya,” kata Erick.

Melansir dari Kompas.com, Sebelumnya, Erick Thohir mengaku telah memangkas 35 perusahaan pelat merah. Semula, jumlahnya sebanyak 142 perusahaan dan saat ini tinggal tersisa 107 BUMN.

Loading...

Hal tersebut diungkapkan Erick saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (09/06/20).

“Alhamdulillah dari 142 BUMN, sekarang kita kategorikan BUMN jadi 107. Jumlahnya turun signifikan,” ujar mantan bos Inter Milan itu.

Tak hanya itu, Erick juga telah memangkas kluster-kluster BUMN yang ada. Tadinya, terdapat 27 kluster dan saat ini dipangkas hanya menjadi 12 kluster BUMN.

Adapun 12 kluster tersebut, yakni kluster energi dan gas, kluster minerba, kluster perkebunan dan kehutanan, kluster pupuk dan pangan, kluster farmasi, kluster industri pertahanan, kluster asuransi, kluster media, kluster infrastruktur, kluster pariwisata, serta kluster sarana dan prasana.

“Kluster ini terbentuk berdasarkan value chain, supply chain atau juga bisa mensinergikan core business yang ada,” ucap Erick (Lansir Kompas.com/Ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here