Inilah Upaya Bank Banten Agar Sehat, Right Issue Salah Satunya

Jajarn Direksi Bank Banten

Centralnews-Serang, Kondisi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) yang kesulitan likuiditas menyebabkan Bank Banten butuh penambahan modal.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Bank Banten setidaknya butuh modal hingga Rp 3 triliun hingga di nyatakan sehat.

Agar Bank Banten cepat sehat tim manajemen melakukan beberapa langkah dan  upaya agar bisa mendapatkan modal tersebut, dan Right Issue salah satunya.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan likuiditas menjadi tantangan yang paling berat di tengah Pandemi Covid-19 dimana secara Year on Year (YOY) Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan.

“Dana Pihak Ketiga perseroan pada Q2 2020 mengalami penurunan sebesar 31,3 persen atau turun dari Rp6,7 triliun pada Q2 2019 menjadi Rp4,6 triliun pada Q2 2020,” kata Fahmi kepada awak media saat agenda media gathering, di salah satu cafe di Kota Serang, Selasa, (14/07/20).
Sedangkan disisi Income Steatment, Fahmi  menjelaskan dampak dari  pengereman di kredit mempengaruhi pendapatan bunga dan beban bunga.

“Dampak dari pengereman kredit mempengaruhi pendapatan bunga,di Q2 2019 pendapatan bunga sebesar Rp284 miliar di Q2 2020 hanya sebesar Rp224 miliar turun 59 miliar, tapi ini di imbangi dengan beban bunga yang menurun di Q2 2019 Rp249 miliar sedangkan di Q2 2020 191 miliar turun 57 miliar, untuk pendapatan bersih bunga di Q2 2019 sebesar Rp35 miliar, di Q2 2020 sebesar Rp33 miliar jadi total pendapatan bunga di Q2 2020 sebesar Rp1,5 miliar atau mines 4,3 persen,” Jelas Fahmi

Loading...

Fahmi berkata Langkah untuk membuat Bank Banten tetap bertahan di situasi yang sangat sulit ini tim manajemen terus mengupayakan efisiensi efisiensi di beberapa bagian, seperti bagian umum dana tenaga kerja.

“Di bagian umum kita melakukan efisiensi sebesar 40 miliar sedang di beban tenaga kerja kita melakukan efisiensi 9,3 miliar, disini kami sudah benar benar berupaya membuat efisiensi sehingga 6 bulan ini kita sudah menurunkan 27,8 persen,” kata Fahmi

“Dengan keterbatasan yang ada supaya efisiensi yang di lakukan oleh perseroan berkesinambungan telah memberi dukungan kinerja melalui rugi bersih secara Year on year, pada Q2 2020 sebesar 23,5 persen atau turun dari 83,4 miliar pada Q2 2019 menjadi 63,7 persen pada Q2 2020,”imbuhnya

Selain efisiensi Bank Banten juga berencana akan melakukan Right Issue pada Agustus mendatang.

Terkait Right Issue Komisiaris Utama Bank Banten Media Warman menjelaskan bank Banten akan melakukan Right Issues rencana penyertaan modal yang mengkonversi RkUD Kasda Pemprov Banten untuk jadi modal.

“Di dalam rencana right issue kita, RKUD yang akan jadi modalnya, jumlahnya Rp1.551 triliun, setara dengan 51 persen, dan itu Rignt atau hak yang dimiliki oleh Pemprov Banten atau BGD, kita akan lakukan right issue sebesar Rp3 triliun, dimana Rp1.551 triliun tersebut akan di ambil Pemprov Banten dan sisanya harapannya di dapatkan dari pasar, pasar ini maksudnya dari para pemegang saham lainnya. Right issue ini intinya adalah kita menerbitkan saham baru dan memberikan hak terlebih dahulu kepada pemilik saham eksisting yang pegang saham saat ini,” jelas Media Warman

Media Warman menambahkan bahwa pihak manajemen Bank Banten mengupayakan mencari standing buyyer (calon pembeli saham) yang tentunya akan mempermudah Bank Banten keluar dari kesulitan.

“Sudah ada beberapa standing buyyer (calon pembeli saham) yang menghubungi kita, hanya saja belum bisa disebutkan, intinya kita akan terus semangat dan berupaya  agar Bank Banten Sehat kembali”tandasnya (Ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here