Korban Kritis Yang Tersambar Petir, Jadi Lima Orang. Bupati Ucapkan Keprihatinan

Bupati Lebak, Iti Octavia.

Centralnews- Serang, Kabupaten Lebak berduka, puluhan warganya tersambar petir. Tiga orang meninggal dunia dan korban kritisnya bertambah, dari sebelumnya tiga orang, kini menjadi lima orang.

Para korban kritis kini mendapatkan perawatan di RS Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Rumah sakit terdekat jika harus ke RS Malingping, di Kabupaten Lebak, milik Pemprov Banten.

Sedangkan korban yang mengalami luka ringan, masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Cilograng, Kabupaten Lebak.

“Lima orang dibawa ke RS Pelabuan Ratu yang kritis yah. Yang lainnya luka ringan, dan berat. Yang luka ringan di Puskesmas kita. Total ada 23 yang kena petir,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, di Pendopo KP3B, Kota Serang, Banten, Selasa (18/08/2020).

Politisi Demokrat itu mengaku prihatin dan berbelasungkawa atas apa yang menimpa warganya. Dia mengaku kejadian itu tidak bisa diprediksi, lantaran fenomena alam dan diluar kuasa manusia.

Loading...

“Tapi kan itu diluar kuasa (manusia), (itu) kuasa Allah. Saya juga ikut prihatin dan bisa menjadi pembelajaran di masyarakat,” terangnya. 

Wanita yang juga menjabat Bupati Lebak di periode keduanya ini mengaku sudah melakukan sosialisasi dan himbauan ke warga, baik melalui kepala desa, camat hingga terjun langsung ke masyarakat agar tidak berkerumun. Namun warga merasa wilayahnya zona hijau, tetap melakukan aktifitas yang menyebabkan kerumunan massa. 

Bahkan larangan berkerumun hingga penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Lebak sudah di atur melalui Perbup nomor 28 tahun 2020. Jika ada masyarakat yang tidak mengenakan masker, akan di denda Rp 150 ribu. Sedangkan bagi perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan di denda Rp 25 juta.

“Kita sedang melakukan uji coba Perbup 28 tahun 2020 sebetulnya. Hal itu juga, menghindari kerumunan. (Semoga peristiwa ini) bisa menjadi pembelajaran di masyarakat untuk mentaati perbup yang kita keluarkan untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan pada Senin, 17 Agustus 2020, sekitar pukul 16.30 wib, 23 warga Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, tersambar petir.

Sebelum kejadian, ratusan warga menyaksikan pertandingan sepak bola untuk merayakan HUT ke-17 Indonesia. Kemudian hujan disertai petir turun, nahas petir menyambar mereka. (Yandhie/Ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here