Tampilnya Penantang Petahana Di Pilkada Kabupaten Serang

Nasrul Ulum-Eki Baihaki, resmi mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Serang, sebagai calon kepala daerah (Cakada). Keduanya di usung oleh Gerindra dan Demokrat.

Centralnews- Serang, Nasrul Ulum-Eki Baihaki, resmi mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Serang, sebagai calon kepala daerah (Cakada). Keduanya di usung oleh Gerindra dan Demokrat.

Sebelum mendaftar, mereka terlebih dulu melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Ats’Tsauroh, Kota Serang. Kemudian Nasrul dan Eki di iringi shalat dan musik rebana dari Masjid hingga ke KPU.

“Kita sudah selesaikan pendaftaran, berkas sudah di nyatakan lengkap dan diterima KPU,” kata calon Bupati (Cabup) Serang, Nasrul Ulum, di KPU Kabupaten Serang, Minggu (06/09/2020).

Pilkada Kabupaten Serang dipastikan hanya di ikuti oleh dua calon, yakni Nasrul-Eki yang mendaftar hari ini dan Tatu-Panji yang daftar pada Satu, 05 September 2020 kemarin. 

Nasrul Ulum seorang politisi berusia 32 tahun. Sedangkan Eki Baihaki, calon wakilnya, tahun ini berumur 33 tahun. Sedangkan kompetitornya, Ratu Tatu Chasanah berusia 53 tahun.

Loading...

Nasrul dan Eki akan melawan Ratu Tatu Chasanah dan Panji Tirtayasa yang hingga kini masih menjabat sebagai kepala daerah. Ratu Tatu Chasanah merupakan adik dari Ratu Atut Chosiyah, trah Chasan Sohib.

Keduanya mengaku siap melawan petahana dengan tambahan amunisi dari Partai Gelora yang baru saja berdiri.

Nasrul dan Eki berjanji akan merevitalisasi Sungai Ciujung yang kian tercemar dengan limbah pabrik, bahkan disebut-sebut sebagai comberan terbesar di Indonesia.

“Kita akan lakukan sosialisasi dengan standar covid dan penghijauan di daerah industri. Kalau Sungai Ciujung, kita tingkatkan pengawasannya dan amdalnya diperjelas. Karena sungai Ciujung haknya masyarakat,” terangnya. 

Nasrul Ulum dan Eki Baihaki mengaku selama proses pilkada 2020, mereka diterpa isyu tidak sedap. Seperti tidak mampu memimpin karena masih muda, akan menghilangkan honor guru ngaji dan berbagai jenis bantuan lainnya yang bersumber dari APBD.

“Honor guru ngaji di naikkan dua kali lipat. Karena katanya kalau kita jadi Bupati, honor RT RW dihapus itu bohong. Kalau kita jadi bupati, itu akan di naikkan dua kali lipat. Jangan mau RT RW nya di jadikan alat pilkada. Katanya di gembar gemborkan kalau Nasrul Eki jadi bupati, bansos itu dihapus, itu bohong. Sebagai pemimpin, program itu tidak boleh tebang pilih, harus merata,” jelasnya.

Iti Octavia Jayabaya, Ketua Demokrat Banten sekaligus Bupati Lebak dua periode mengaku sudah saatnya generasi muda menjadi pemimpin. Lantaran, Indonesia akan mengalami ledakan demografis yang mengharuskan anak muda menjadi pemimpin di Indonesia kedepannya.
“Masyarakat jangan mau di takut-takuti tidak lagi mendapatkan BLT, bansos, RTLH dan lainnya.

Karena itu semuanya merupakan uang dari rakyat untuk rakyat di APBD Kabupaten Serang. saya anak muda, sudah memasuki periode kedua di Kabupaten Lebak, saya baru memasuki usia 40 tahun. Jadi jangan takut dipimpin oleh anak muda,” kata Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya, ditempat yang sama, Minggu (06/09/2020). (Yandhie/Ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here