Soal Kasus Bunuh-Kubur Anak 8 Tahun di Lebak, KPAI Merasa Prihatin

Centralnews – Lebak, Terkait penganiayaan oleh pasangan IS (27) dan LH (26) yang mengakibatkan anak mereka usia 8 tahun tewas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas kasus tersebut hanya karena si anak yang duduk di bangku kelas 1 SD susah belajar online.

“KPAI prihatin adanya kekerasan yang dilakukan IS dan LH kepada anaknya yang berusia 8 tahun hingga meninggal dunia,” kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (16/9/2020).

Lebih lanjut, untuk penegakan kasus ini secara hukum, KPAI telah koordinasi ke Polres Lebak untuk penegakan kasus ini secara hukum. Kasus ini menjadi perhatian dan pengingat bagi orang tua agar mengedepankan kepentingan anak saat proses belajar di rumah akibat pandemik. Untuk saudara kembar korban sendiri, pihaknya sudah meminta P2TP2A Lebak melakukan pendampingan.

“Anak mengalami kebosanan yang luar biasa selama pandemi, sehingga anak perlu didampingi dan dibantu oleh orang tua agar dapat menjalani proses pendidikan dan tumbuh kembangnya dengan baik,” tambahnya.

“Padahal orang tua harus memahami perlindungan anak, hak-haknya, serta memahami fase tumbuh kembang anak. Selama pandemi, beban domestic menjadi berlipat termasuk mengalami beban ganda,” ujarnya.

Loading...

Masih mengutip dari detikcom, kasus pembunuhan ini terungkap saat warga sekitar TPU Gunung Kendeng, Lebak, heran ada kuburan yang masih basah namun misterius, Sabtu 12 September lalu. Akhirnya warga lapor ke polisi dan saat dibongkar, baru kedalaman setengah meter ditemukan jasad anak perempuan mengenakan pakaian lengkap. Kurang dari 24 jam akhirnya polisi berhasil menangkap IS dan LH. Terungkap bocah perempuan malang ini dianiaya ibunya sendiri pada 26 Agustus lalu dengan sapu hingga tewas di rumahnya di daerah Tangerang. Lalu jasad anaknya mereka bawa dengan motor sambil membawa anaknya satu lagi yang merupakan kembaran korban.

Untuk diketahui, dua hari setelah kejadian, mereka pindah kontrakan ke daerah Jakarta. Kedua orangtua ini sempat pura-pura melapor ke polisi kehilangan anak dan bikin video di hari ultah anaknya pada tanggal 29 yang berisi harapan anaknya ditemukan. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here