Turunnya Omzet Pedagang di Pasar Induk Rau

Centralnews – Serang, Daya beli masyarakat di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, mengalami penurunan sekitar 10 persen selama pandemi covid-19. Sedangkan ketersediaan bahan dagangan, baik pakaian hingga sembako tetao tersedia normal.

Bagi pedagang pakaian yang paling mengalami penurunan, sebelum pandemi Corona, pedagang di pasar tradisional kalah dengan penjualan online. Saat pandemi, penjualan mereka semakin terjun bebas.

“Penurunan pembeli nya sekitar 10 persen, daya beli nya berkurang, kalau stock nya cukup. Penurunannya di sembako, beras, kedelai, kacang ijo. Pedagang pakaian ngeluh, sebelum covid ngeluh kalah sama online, ditambah sekarang covid,” kata Kepala UPT PIR, Mochamad Zein, dikantornya, Kamis (17/09/2020).

Bahkan ada 10 toko yang menutup gerainya, lantaran pembeli yang sepi, sedangkan jika tetap buka, pemilik toko harus tetap mengeluarkan biaya operasional dan menggaji pegawai.

“Stock kebutuhan bahan pangan masih aman, tapi penjual mengeluh sepi nya pembeli. Dari seribuan lebih toko, ada sekitar 10an yang tutup,” terangnya.

Loading...

Dia memastikan hingga kini harga kebutuhan pokok hingga pakaian di PIR masih normal dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

“Harga juga masih normal. Penyemprotan di Pasar Rau sendiri dua kali sehari,” jelasnya. (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here