Jokowi Akan Pidato di Sidang Umum PBB

Centralnews – Jakarta, Untuk menyatakan sikap RI soal pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo disebut akan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-75. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

“Khusus untuk pertemuan tingkat tinggi, akan terdapat lima pertemuan. Yaitu General Debate SMU PBB, yang akan dilaksanakan pada 22-29 September 2020. Insyaallah Presiden RI akan berpartisipasi pada sesi ini dan akan menyampaikan statement secara virtual. Diperkirakan akan berlangsung pada 23 September sekitar pukul 07.30 pagi waktu Jakarta, ini adalah perkiraan waktunya,” kata Retno dalam press briefing virtual, seperti dikutip dari detikcom, Kamis (17/9/2020).

Lebih lanjut, Retno menuturkan, SMU PBB ini akan berlangsung pada 15 September hingga 2 Oktober 2020. Selain itu, Retno mengatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Retno sendiri akan menyampaikan pidato dalam acara ini secara virtual.

“Pertemuan tingkat tinggi SMU PBB kali ini akan dilaksanakan secara hybrid, yakni secara bentuk fisik dan virtual. Pertemuan fisik di markas besar PBB hanya dapat diikuti oleh perwakilan masing-masing negara yang berkedudukan di New York,” jelasnya.

Loading...

Pada pertemuan ini, tambah Retno, Indonesia akan menyampaikan sikap terkait penanganan pandemi Corona. Salah satunya mendorong kerja sama global dalam penanganan pandemi pada sektor kesehatan dan ekonomi.

“Partisipasi Indonesia pada SMU ke-75 ini akan digunakan Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan penting, antara lain pentingnya terus memajukan kerja sama internasional dan solidaritas global bagi penanganan pandemi, baik di sektor kesehatan maupun berbagai dampak ekonomi dari pandemi tersebut, mendorong peningkatan kinerja serta peran PBB. Kemudian menyerukan pentingnya seluruh negara terus memperkuat PBB dan multilateralisme,” katanya.

Selain itu, Retno juga menjelaskan partisipasi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB. Dia menyebut Indonesia berkomitmen mendukung pemenuhan hak warga Afghanistan.

“Terkait dengan kegiatan Dewan Keamanan PBB, pada 15 September 2020 DK PBB secara konsensus telah mengesahkan resolusi DK PBB nomor 2542 mengenai perpanjangan mandat United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) selama satu tahun ke depan,” katanya.

“UNAMA adalah misi PBB yang memiliki mandat untuk mendukung pemerintah Afghanistan dalam beberapa hal, di antaranya pembangunan politik, termasuk penguatan institusi pemerintahan, negosiasi perdamaian dan perlindungan rakyat sipil khususnya anak-anak dan perempuan,” sambungnya. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here