Soal Rencana Buruh Mogok Kerja 3 Hari, Ini Kata Pengusaha di Serang

Sumber Foto: detikcom.

Centralnews – Serang, Terkait rencana buruh menggelar aksi mogok kerja selama tiga hari, Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur angkat bicara.

Humas Hipwis Arif Mahdali menyebut, aksi itu bisa menimbulkan kerugian.

“Kalau di Hipwis kalau mereka mogoknya lama pasti berdampak pasti kalau seandainya dilakukan mereka, pasti berdampak,” kata Humas Hipwis Arif Mahdali saat dihubungi detikcom dan dikutip oleh Centralnews.co.id Selasa (6/10/2020).

Adapun hari ini beberapa perusahaan yang meliburkan karyawannya karena turun aksi menolak Omnibus Law. Namun, tambah Arif, ada juga industri tetap berjalan namun tetap ada serikat yang berunjuk rasa. Kebanyakan, aksi dilakukan di masing-masing industri.


Dia sendiri belum bisa memprediksi total kerugian atas adanya aksi unjuk rasa di kawasan industri tersebut.

“Saya belum tahu itu manajemen sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menuturkan, di perusahaannya ada serikat pekerja yang melakukan aksi menolak Omnibus Law. Tapi, ada sebagian yang tetap bekerja seperti biasa.

“Nggak pergi ke Jakarta, jadi aksi sampai sekarang masih di depan, kalau mau kerja, ya kerja, mau ikut aksi, ya aksi. Nggak ada masalah,” ungkapnya.

Untuk diketahui, aksi buruh menolak Omnibus Law di kawasan industri Serang Timur berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Aksi digelar salah satunya di PT PWI dan Nikomas di Jalan Serang-Jakarta dengan jumlah massa ribuan. Aksi dari kedua perusahaan ini bahkan menutup akses jalan nasional tersebut. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here