Lagi, Aksi Mahasiswa Tolak Omnibus Law Berakhir Ricuh

Centralnews.co.id


Centralnews – Serang, Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Geger Banten mengadakan unjuk rasa menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dilaksanakan di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin, Serang, berakhir ricuh, Selasa (06/10/2020).

Presiden Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Ade Riad Nurdin mengatakan, bahwa unjuk rasa tersebut merupakan bentuk penolakan untuk pengesahan Omnibus Law.

“Pemerintah sangat mementingkan investasi di Negeri ini, sehingga ladang-ladang, sungai-sungai, bahkan laut kita bisa mereka beli dengan sekejap dengan dalih investasi,” kata Presiden Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Ade Riad Nurdin.

“Terutama dalam masalah buruh yang kita perjuangkan saat ini, karena Undang-Undang ini brgitu merugikan buruh, baik secara gaji yang bukan lagi perhari atau perbulan tapi menggunakan upah perjam. Kemudian tidak akan lagi diberlakukannya cuti setelah melahirkan,” lanjut Ade.

Ade melanjutkan, nantinya akan adanya aksi besar di tingkat nasional dikemudian hari.

Loading...

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Untirta mengatakan, unjuk rasa ini merupakan bentuk kesadaran mahasiswa, baik secara pribadi ataupun keorganisasian.

“Saya yakin betul bahwa hari ini kawan-kawan yang hadir baik secara organisasi ataupun perseorangan itu adalah bentuk kesadaran bahwa Omnibus Law itu bukan obat, tapi merupakan penindasan yang terstruktur,” Ucap Ibnu.

“Saya tegaskan bahwa hari ini kami mencoba untuk tertib, bukan kami coba untuk menentang protokol kesehatan, kedepannya dari Untirta dari 7 Fakultas akan berangkat untuk melaksanakan unjuk rasa di tingkat Nasional,” ungkapnya.


Unjuk rasa tersebut diwarnai dengan adanya blokade jalan yang dilakukan oleh pengunjuk rasa dan aksi bakar ban. Hingga pukul 21.00 WIB, Unjuk rasa baru berakhir setelah adanya kericuhan yang terjadi antara Pengunjuk Rasa dan Aparat Kepolisian. (Wahid/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here