Diduga Aksi Protes Omnibus Law, Situs Resmi DPR Diretas Hacker

Foto: net,

Centralnews – Jakarta, Halaman situs resmi DPR RI dilaporkan error. Hal ini menjadi viral di media sosial yang diduga menjadi sasaran hacker sebagai penyerangan sebagai aksi protes terhadap DPR RI terkait disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja resmi pada Senin (5/10) lalu. Publik menilai DPR terlalu terburu-buru mengesahkan undang-undang tersebut.

Tak hanya itu, seorang pengguna TikTok menunjukan web DPR tersebut yang beralamatkan di dpr.go.id menampilkan tulisan “Dewan Penghianat Rakyat Republik Indonesia”.



Screenshot dan video ini beredar luas di internet. Namun saat ini, halaman tersebut tidak bisa diakses. Ketika mengunjungi situs DPR RI, halaman hanya menampilkan keterangan error.

Selain itu, beberapa situs daerah lainnya juga dilaporkan error.


Seperti diketahui, Omnibus Law Cipta Kerja disahkan berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Turut hadir dalam rapat Menko Perekonomian Airlanga Hartarto, Menaker Ida Fauziyah, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, dan Menkum HAM Yasonna Laoly.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas sebelumnya membacakan laporan Baleg terkait pembahasan RUU Cipta Kerja. Pembahasan RUU Ciptaker dilaksanakan dalam 64 kali rapat, termasuk saat masa reses.

Mengutip dari detikcom, Ada 7 UU yang dikeluarkan dari pembahasan RUU Cipta Kerja, terutama UU tentang pendidikan, serta 4 UU yang dimasukkan ke pembahasan. Ada pula perubahan mengenai jumlah bab dan pasal dalam RUU Cipta Kerja.

“Baleg bersama pemerintah dan DPD telah melaksanakan rapat sebanyak 64 kali: 2 kali rapat kerja, 56 kali rapat panja, dan 6 kali rapat timus/timsin,” ujar Supratman. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here