Cegah Paham Radikalisme, Karang Taruna Bogor Gelar Webinar

Centralnews.co.id

Centralnews – Bogor,  Untuk menangkal radikalisme, Karang Taruna Bogor mengadakan Webinar tentang peran pemuda dengan menggunakan platform Zoom dan siaran langsung  Youtube, Senin (19/10/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, Kyai Ahmad Ikrom dan Ketua Pusat Dakwah Al-Mahabbah, Khairy Fuady.

Kyai Ahmad Ikrom mengatakan, radikalisme merupakan suatu paham yang menjadikan Islam sebagai sumber kehidupan dalam berbagai hal. Menurutnya, hal ini sering kali disalah artikan sebagai gerakan teroris padahal di dunia barat, radikalisme digunakan untuk gerakan sosial.

Suasana saat berlangsungnya webinar, Senin (20/10/2020),

“Sebagai pemuda, kita memiliki peran untuk menangkal radikalisme maka dari itu jangan jadi pemuda yang lemah. Selain itu, jangan sampaisalah dalam memilih pergaulan dan juga harus mempunyai cita-cita yang tinggi dan harus memiliki keyakinan untuk meminimalisir radikalisme,” kata Ahmad Ikrom.

Senada dengan Kyai Ahmad Ikrom, Khairy Fuady juga mengatakan, sebagai pemuda yang saat ini berada dir era disrupsi, banyak hal-hal baru yang tidak terpisah oleh zaman. “Kita memiliki peran untuk menangkal radikalisme, perbanyak baca buku secara mendalam dan melakukan diskusi untuk menambah pengetahuan,” tuturnya.

Loading...

Lebih lanjut ia menuturkan, untuk mencegah adanya radikalisme ditataran perguruan tinggi, ia berpendapat bahwa harus adanya diskusi kelompok yang dilakukan mahasiswa. Hal itu dikatakannya ada salah seorang peserta yang mempertanyakan cara pencegahannya.

“Bagaimana cara menangkal radikalisme di kempus. Mengingat banyaknya isu radikalisme yang ada di perguruan tinggi yang benyak mempengaruhi mahasiswa,” kata Peserta Webinar, Wulandari.

 “Kita harus menurunkan tema diskusinya, sesuai yang dibutuhkan oleh mahasiswa terutama mahasiswa baru” ucap Khairy Fuady.

Untuk diketahui, kegiatan Webinar tersebut dilakukan lantaran menyikapi tindakan dan paham radikalisme dikhawatirkan terjadi di masyarakat. Selain itu, dalam webinar tersebut menentukan solusi yang dapat dilakukan, yakni salah satunya dengan mengadakan sosialisasi. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here