Satu Tahun Beroperasi, Pemalsu Madu Produksi Satu Tun Per Hari

Centralnerws – Serang, Pelaku pembuat madu palsu sudah beroperasi hampir satu tahun lamanya. Setiap kali produksi, bisa mencapai satu ton.

Peredarannya selain di Lebak, Banten, dan Jakarta, sudah hampir keseluruh Pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia.

Pelaku juga dikenakan hukuman berlapis, yakni Pasal 198 juncto 108 dan Undang-undang 36 tentang kesehatan, ancamannya 5 tahun kurungan penjara.

“Madu dikemas seolah-olah (asli) dari Banten. Kemudian oleh pengecer di Lebak, dikemas menggunakan botol ukuran satu liter. (Pelaku) dalam satu tahun bisa mendapatkan keuntungan Rp 8 miliar. Di jual online juga, menyebar sampai ke seluruh Pulau Jawa, Jakarta dan juga luar pulau Jawa,” kata Dirkrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifudin, di Mapolda Banten, Selasa (10/11/2020).

Jika madu palsu dikonsumi oleh masyarakat, bisa menyebabkan diabetes, kencing manis dan kegemukkan. Lantaran, kandungan yang ada sangat mudah diserap tubuh dan mengganggu kesehatan manusia.

Loading...

Menurut Dinkes Banten, satu sendok makan gula mengandung 600 kalori dan mudah diserap tubuh. Sedangkan madu palsu, hanya 22 kalori dan tidak mudah diserap tubuh, sehingga aman bagi kesehatan.

“Satu sendok gula itu 600 kalori, madu asli satu sendok 22 kalori. Madu itu lambat dikonsumsi tubuh, sehingga aman. Kalau ini (madu palsu) bahaya, bisa menyebabkan jantung, diabetes, kencing manis, kegemukkan, keracunan dan kematian,” kata Nahrul Apriyanto, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Farmasi pada Dinkes Banten, Selasa (10/11/2020). (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here