Erick Tak Ingin BUMN Buat Universitas Pelat Merah

Centralnews – Jakarta, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak mau lagi ada perusahaan BUMN yang membuat Perguruan Tinggi.

Menurutnya, sebelum berlanjut ke komersialisasi, Erick menjelaskan pentingnya membangun kolaborasi antara BUMN dengan privat sector alias swasta sejak pada pengembangan Research and Development (R&D) yang menjadi basis awal pengembangan bisnis.

“Satu bagaimana R&D itu harus menjadi basis yang penting dalam arti pengembangan daripada produk itu sendiri. Kedua, kunci yang tidak kalah pentingnya adalah komersialisasinya,” kata Erick dalam acara Jakarta Food and Security Summit ke-5 Tahun 2020 yang berlangsung seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (19/11/2020).

Lebih lanjut, Ia menuturkan, Kementerian BUMN melakukan 2 hal secara bersamaan. Pertama adalah mengenai kolaborasi dengan kampus-kampus non-BUMN pada R&D tadi.

“Bahwa kita tidak mau lagi para BUMN ini selalu membuat universitas-universitas. Tapi bagaimana semua R&D-nya dibalikkan kembali ke universitas. BUMN mendukung komersialisasi yang ada di universitas tersebut,” katanya.

Loading...

Dia memberikan contoh, saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan IPB. Ia tak merinci kerja sama yang dimaksud, namun dikatakan bisa terealisasi dalam 1-2 bulan ini terjadi.

“Sehingga biar R&D di universitas, kita yang komersialisasinya,” kata Erick.

Namun, dalam melakukan komersialisasi juga ia tidak bisa menutup mata bahwa BUMN punya keterbatasan, karena itu peran partnership bersama swasta bisa dikembangkan.

“Contoh saja misalnya banyak sekali potensi lahan yang ada di Kementerian BUMN. Kita sedang mapping, mana lahan-lahan atau mana jenis pangan yang memang kapabilitasnya tidak baik. Jadi memang kelasnya belum di situlah. Tetapi kalau yang kita kuat, it’s okay. Tetapi kalau yang memang tidak maksimal, kenapa kita tidak maksimalkan dengan private sector,” katanya.

“Tidak hanya dari segi produksi, yang penting bagaimana market-nya pun bisa dipastikan. Karena kalau hanya produksi, tapi market-nya tidak terserap ya percuma,” lanjut Erick. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here