Omnibus Law Masih Jadi Bahasan Menarik di Masyarakat

Centralnews.co.id

Centralnews – Serang, Isu Omnibuslaw Cipta Kerja masih menjadi pembahasan menarik  ditengah masyarakat untuk diperbincangkan.  Kali ini giliran Goebok Indonesia menggelar Webinar dengan tema pembahasan Omnibus Law. Webinar dengan tema “Omnibus Law Upaya Dalam Meningkatkan Perekonomian di Tengah Covid-19” dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom, Jumat (20/11/2020).

Hadir dalam webinar tersebut Tatan Spartan, ST dan Dwi. S. Nugroho, S.H, M.H sebagai pembicara.

Dalam penjabarannya, Tatan mengatakan, pemerintah memberikan banyak jaminan yang baik terkait dengan UU omnibuslaw. UU omnibuslaw ini diciptakan untuk menyelamatkan generasi penerus, untuk mengurangi banyaknya pengangguran.

 “Saat ini kita membutuhkan aturan lain yang lebih luas, maka UU omnibuslaw ini diciptakan untuk menyederhakanakn regulasi. UU omnibuslaw dijadikan sebagai payung hukum yang begitu kompleks” ujarnya.

Lebih Lanjut, Tatan juga menyatakan UU omnibuslaw ini ingin menciptakan lapangan kerja, sebagai jawaban untuk mengurangi jumlah pengangguran. Dengan UU ini pemerintah membuka akses ekonomi sehingga geliat ekonomi dapat diciptakan untuk memajukan perekonomian.

Loading...

Sementara itu Pembicara lainnya Dwi. S. Nugroho menuturkan bahwa, masalah kesehatan dan perekonomian harus berjalan bersamaan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada kesehatan, namun juga berdampak pada perekonomian.

“Pandemi Covid-19 telah menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga menurunkan kemampuan konsumsi, sehingga roda ekonomi masyarakat terganggu. Oleh karena itu, perlu stimulasi dari pengeluaran pemerintah, perlindungan ekonomi masyarakat dan percepatan peningkatan investasi. Oleh karena itu, paqda saat pandemi ini selesai, untuk memulihkan dan membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional mau tidak mau harus segera didongkrak dengan strategi menarik investasi yang signifikan serta upaya perlindungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Lebih jauh, Dwi menjelaskan tentang masalah pengangguran Kementerian RI menjelaskan bahwa banyak pengangguran baru karena Pandemi Covid-19 yang menyebabkan resesi ekonomi yang juga dipicu oleh larinya investor ke luar negeri akibat banyaknya hari libur dan rendahnya etos kerja serta produktifitas tenaga kerja dalam negeri dengan besaran UMR yang tergolong tinggi.

“Tugas Kemenaker melakukan fungsi intermediasi menjadi perantara suplay and demand, SDM yang dihasilkan harus meliputi 3C yakni Competent-Confident-Conected. Terkait Tenaga Kerja Asing dan pelatihan kerja, peran Kemenaker juga bisa berfungsi melakukan pengawasan di daerah,” lanjutnya.

Webinar tersebut diisi juga oleh sesi Tanya jawab, salah satunya dari peserta bernama Wulandari. Dalam pertanyaannya Wulandari menyampaikan, ”Omnibuslaw digunakan sebagai upaya pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda. Namun saat ini masih terjadi pro-kontra terkait omnibuslaw. Bagaimana cara yang harus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa UU omnibuslaw ini diciptakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Tatan Spartan mengatakan generasi muda diharuskan untuk menjadi pengusaha merupakan langkah untuk menyelamatkan masa depan generasi muda. Di tengan pandemi ini sebanyak 3,5 juta tenaga kerja yang terkena PHK. Melalui omnibuslaw ini, pemerintah ingin mendorong peluang ekonomi untuk berbagai pihak dalam menjalankan usaha. UU omnibuslaw ini memotivasi mahasiswa bahwa menjadi pengusaha merupakan alternatif untuk menjalankan roda perekonomian.

Webinar tersebut dilaksanakan dengan platform Zoom. Webinar tersebut dilaksanakn pada Jumat, (20/11/2020). Webinar Goebok Indonesia ini rencananya akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan membawa isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan. (Wd/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here