Bawaslu Sebut Tantangan yang Biasa Terjadi Sebelumnya Masih Terjadi di Pilkada Tahun Ini

Centralnews – Jakarta, Dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) mengungkap beberapa tantangan yang terjadi. Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan, selain pandemi Covid-19, tantangan lain yang biasa terjadi di proses pemilihan umun juga masih terjadi di pilkada tahun ini.

“Misalnya DPT (daftar pemilih tetap) yang tidak ditempel, yang kemarin kami sampaikan di sekitar seribuan titik, perlakuan petugas yang berbeda atas kasus yang sama,” kata Afif dalam konferensi persnya, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (10/12/2020).

Lebih lanjut, Afif menuturkan, masalah yang juga masih dialami adalah pemahaman dan kemandirian petugas pemungutan suara.

“Jadi selain sisi pandemi, yang menjadi objek pengawasan kita adalah juga apa yang kita sebut dengan pelanggaran teknis tahapan yang selama ini memang menjadi tugas kita untuk melakukan apa pengawasan pemilu,” ujarnya.

Ia menyebut, saat ini pihaknya sudah menerima laporan dari 211.546 pengawas TPS dari total kurang lebih 290.000 TPS untuk sistem pengawas pemilu (Siwaslu). Laporan yang disampaikan antara lain pelaksanaan pemungutan suara dan pelanggaran yang terjadi.

Loading...

“Maupun apa yang dimaksud dengan dokumentasi hasil penghitungan suara di TPS yang kita sebut dengan C1,” ucap dia.

Terkait pelanggaran teknis, Bawaslu juga sudah mencatat setidaknya ada 43 TPS yang berpotensi melakukan pemungutan suara ulang.

“Karena terdapat pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain, pemilih yang tidak berhak menggunakan hak pilih, terdapat pemilih menggunakan hak pilih di lebih dari satu TPS,” kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam konferensi persnya, Rabu (9/12/2020) malam

“KPPS mencoblos surat suara, dan KPPS membagikan surat suara kepada saksi pasangan calon untuk dicoblos,” lanjut dia. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here