Akademisi Kritik Kinerja Sekda Banten

Foto: net.

Centralnews – Serang, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar, dikritik untuk mundur dari posisinya, karena di anggap tidak mampu memanajemen organisasi pemerintah provinsi (pemprov). Hal ini keluar dari kajian akademisi Ikhsan Ahmad. 

Sekda Banten dianggap Ikhsan, tidak mampu membawa perubahan yang lebih baik terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov.

“Diduga Sekda Banten gagal menjadi pemimpin yang mengayomi, mengarahkan dan membawa perubahan yang lebih baik dalam suatu sistem kerja ASN yang efektif dan produktif. Kemudian diduga gagal dalam membangun  akselerasi kebijakan strategis, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” mata Ikhsan Ahmad, dalam rilis resminya, Rabu (16/12/2020).

Berdasarkan catatan Ikhsan Ahmad, kritik terhadap Sekda pernah muncul dari Wagub Banten, Andhika Hazrumy di tanggal 02 Maret 2020. Kala itu, Sekda dianggap gagal dalam memberikan arahan kepada para ASN. 

Mahasiswa pun pernah mengkritik, yang menganggap Sekda sebagai biang kekisruhan di Pemprov Banten, pada 12 Maret 2020.

Loading...

Kemudian kritik muncul dari DPRD Banten, dari fraksi Golkar di tanggal 12 Juni 2020. Kritiknya berisikan Sekda tidak mampu menajemen organisasi pemerintahan hingga teledor dalam mengambil kebijakan.

“Sekda Banten diduga melakukan kebohongan publik terkait pernyataannyanya pada 20 September 2020, yang menyatakan sport center akan menyerap 7.500 tenaga kerja, namun hingga saat ini tidak ada penjelasan atau terlihat penyerapan tenaga kerja yang dimaksud,” terangnya.

Kemudian, Sekda Banten yang kali ini dijabat oleh Al Muktabar dianggap tidak paham bagaimana cara memulihkan perekonomian masyarakat Banten.

Ikhsan melanjutkan dalam temuannya, pada sebuah diskusi di Caffe Umakite pada 26 Juli 2020, Sekda pernah menyatakan bahwa ada tiga targetan dalam penanganan virus corona, paling utama adalah kesehatan, kedua sosial systemic dan recovery ekonomi, termasuk komitmen  pemulihan ekonomi melalui pemberdayan ekonomi kreatif  untuk wilayah utara dan selatan Banten.

“Namun hingga saat ini pernyataan tersebut seperti jauh panggang dari api,” jelasnya. (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here