PSBB Jawa-Bali, Bagaimana Sandiaga Selamatkan Sektor Wisata?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

Centralnews – Jakarta, Untuk menyelamatkan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terus menggodok langkah untuk mengatasi situasi pandemic saat ini.

“Kemenprekraf akan berkoordinasi akan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung dan memastikan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga Uno, Rabu (6/1/2021).

“Ini masa yang sulit untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kami akan lakukan langkah koordinatif dan terus beradaptasi dengan perkembangan kasus COVID-19 ini,” Sandi menambahkan.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, akan mengajak bicara pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menghadapi situasi itu. Dia akan segera memastikan perlindungan sosial bagi pekerja di dua sektor itu.

“Kami melihat pembatasan kegiatan masyarakat mulai 11 Januari hingga 25 Januari ini, ditambah dengan pembatasan masuknya WNA membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak,” kata Sandi.

Loading...

“Kami harus memastikan langkah strategis untuk mengatasi situasi ini namun tetap mengutamakan sisi kesehatan COVID-19. Sebab, panglima saat ini adalah kesehatan. Di saat bersamaan kita harus beradaptasi terhadap ritme baru dan melakukan langkah antisipasi agar agenda kebangkitan di 2021 bisa. Sekali lagi, panglimanya saat ini adalah kesehatan masyarakat,” Sandi menegaskan.

“Kami mohon pengertian masyarakat dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Kami juga akan gerak cepat untuk memastikan perlindungan sosial bagaimana mempertahankan lapangan pekerjaan untuk pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga Uno.

Diumumkan sebelumnya, akan ada penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PSBB Jawa-Bali. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto.

Pembatasan tersebut secara nasional itu mulai 11 Januari hingga 25 Januari. Hanya sektor esensial berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat dan konstruksi yang tetap beroperasi 100 persen. Itu pun dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan menjaga protokol kesehatan.

Selain sektor mendasar itu, bakal dibatasi. Termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif. Di antaranya, fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang dihentikan sementara. Juga, pembatasan kapasitas dan jam moda transportasi. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here