SBY Ingatkan Pemerintah Untuk berani Tunda Proyek Strategis

Foto: net, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Centralnews – Jakarta, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pemerintah harus mengendalikan pembelajaan negara, salah satunya dengan menunda proyek-proyek strategis yang tidak urgent.

Menurutnya, pemerintah harus mampu mengelola fiskal dan APBN dengan baik dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak bisa melulu mengandalkan utang.

“Kalau tahu penerimaan negara jauh berkurang, karena pemasukan dari pajak juga terjun bebas, ya kendalikan pembelanjaan negara. Pemerintah harus sangat disiplin dan harus berani menunda proyek dan pengadaan strategis yang masih bisa ditunda,” kata SBY dalam keterangan tertulis  dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/1/2021).

Lebih lanjut, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menuturkan, utang luar negeri Indonesia saat ini sudah sangat tinggi sehingga membebani APBN dan membatasi ruang gerak ekonomi.

Loading...

“Betapa beratnya ekonomi kita jika misalnya 40 persen lebih belanja negara harus dikeluarkan untuk membayar cicilan dan bunga utang. Berapa banyak yang tersedia untuk belanja pegawai dan belanja rutin, dan kemudian berapa yang tersisa untuk belanja modal dan membiayai pembangunan,” ujarnya.

Atas hal demikian, SBY mengimbau, agar defisit anggaran APBN dalam angka relatif aman, belanja negara harus dikendalikan.  SBY mengatakan pemerintah jangan berlindung di balik Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Jika enanganan pandemi efektif, tambahnya, maka pemulihan ekonomi nasional bisa berhasil. Aktivitas ekonomi nasional akan kembali bergerak dan mendorong tumbuhnya perekonomian jika krisis kesehatan dapat tertangani.

“Jangan karena perppu, yang kemudian menjadi undang-undang, yang memberikan extra power kepada pemerintah, termasuk tak dibatasinya angka defisit anggaran, lantas tak pandai menentukan berapa besar defisit yang aman dalam APBN,” kata dia.

“Sejalan dengan suksesnya penanganan Covid-19, dengan asumsi vaksinasi berhasil baik, akan terbuka jalan untuk menggerakkan kembali perekonomian kita. Imperatifnya, pemerintah harus disiplin dan tepat dalam mengatur keuangan negara. Juga harus bisa mengendalikan utang, agar ekonomi kita di tahun-tahun mendatang dapat diselamatkan,” ujar SBY. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here