Pemkot Serang Klaim Tak Akan Memaksa Jika Warga Tolak Pembuangan Sampah Tangsel

Foto: net.

Centralnews – Serang, Terkait penolakan warga disekitar TPSA Cilowong yang akan dijadikan pembuangan sampah 400 ton per hari dari Tangse, Pemkot Serang mengklaim tidak akan memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan Rp 48 miliar setiap tahun sebagai kompensasinya. 

“Sampai hari ini, ada pro kontra. Jika ada yang tidak setuju, maka Pemkot Serang tidak akan membuat perjanjian kerjasama,” kata Walikota Serang, Syafrudin, di Kota Serang, Rabu (17/02/2021).

Kondisi TPSA Cilowong hanya mampu menampung 1.000 ton per hari. Sedangkan produksi sampah per hari di Ibu Kota Banten sebanyak 800 ton setiap harinya. Artinya, jika dijumlahkan dengan sampah asal Tangsel, ada 1.200 ton sampah yang dibuang ke Cilowong.

Pekerja di TPSA Cilowong sendiri ada 350 orang. Armada pengangkut sampah di Kota Serang hanya ada 35, dengan 6 truk yang baru.

Wkikota Serang, Syafrudin, meminta masyarakat disekitar TPSA Cilowong memperhatikan potensi usaha dan penyerapan tenaga kerja. Sehingga bisa mengurangi pengangguran di Ibu Kota Banten.

Loading...

“Disitu ada potensi usaha disitu, pemulung disitu. Peralatan mengolah sampah tidak memadai, itu paling 5-10 ton per hari. Kalau maksimal sehari bisa (menampung sampah) seribu ton, tapi kalau lebih banyak, lebih pendek umurnya,” jelasnya.

Perjanjian kerjasama pembuangan sampah itu sudah ditanda tangani pada Jumat, 22 Januari 2021 antara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dengan Walikota Serang, Syafrudin. Selain mendapatkan uang Rp 48 miliar, Kota Serang juga akan diberikan bantuan alat berat hingga pembangunan infrastruktur. 

Sebelumnya, TPA Cipeucang di Serpong, Tangsel longsor dan mencemari Sungai Cisadane dengan ketinggian mencapai 3 meter. Kejadian ini disebabkan ambrolnya dinding beton pembuangan sampah pada Jumat, 22 Mei 2020 silam. (Yandhi/TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here