China Siap Terlibat dalam Meredakan Ketegangan di Myanmar Tanpa Memihak

Foto: net, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Centralnews – Jakarta, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyatakan pemerintahan negaranya bersedia terlibat dengan ‘semua pihak’ untuk meredakan krisis di Myanmar.

Hal tersebut dikatakannya , dalam konferensi pers pada Minggu (7/3) waktu setempat dikutip Reuters Senin (8/3/2021). Wang Yi yang juga menjabat State Councillor atau Anggota Dewan Negara China, yang berada langsung di bawah Wakil Perdana Menteri menegaskan, tidak memihak dalam krisis politik yang kini melanda Myanmar.

Seperti diketahui,  Myanmar dilanda kudeta Militer pada 1 Februari lalu dan pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi ditahan hingga kini. Dalam beberapa waktu terakhir, unjuk rasa menentang kudeta semakin meluas, dengan pemerintahan junta militer juga meningkatkan respons sarat kekerasan terhadap para demonstran.

dalam unjuk rasa sejak kudeta, berdasarkan Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) baru-baru ini menyebut lebih dari 50 demonstran Myanmar tewas.

China menepis rumor di media sosial yang menyebut negara ini terlibat dalam kudeta militer di Myanmar, dengan menyebutnya sebagai omong kosong. Otoritas China sebelumnya menyebut situasi di Myanmar saat ini ‘sama sekali bukan yang ingin disaksikan oleh China’.

Loading...

“China…bersedia untuk menghubungi dan berkomunikasi dengan semua pihak atas dasar menghormati kedaulatan dan kehendak rakyat Myanmar, sehingga bisa memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan,” tutur Wang dalam konferensi pers di sela-sela rapat tahunan parlemen China.

Meski demikian, China ikut menyetujui pernyataan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan pembebasan Suu Kyi dan tokoh politik lainnya yang ditahan militer Myanmar. China juga menyuarakan kekhawatiran atas penetapan masa darurat di Myanmar. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here