Pusat Pasar Kerja, Apa itu? Indonesia Katanya Bakal Punya di Tahun 2022

Foto: net, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Centralnews – Jakarta, Pada tahun 2022 mendatang, Indonesia direncanakan akan mulai mengoperasikan Pusat Pasar Kerja. Saat ini, Kementerian Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyiapkan pembentukan Pusat Pasar Kerja.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, BP2MI dan BPJS Ketenagakerjaan secara virtual, Selasa (16/3/2021).

“Tahun 2021 ini kami menyiapkannya, mudah-mudahan akan selesai dan tahun 2022 kita bisa operasionalkan Pusat Pasar Kerja ini,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dikutip dari detikcom, Selasa (16/3/2021).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, tujuan dari dibentuknya Pusat Pasar Kerja ini adalah untuk menciptakan sistem pasar kerja yang relevan, handal, efisien, fokus dan komprehensif. Singkatnya, menciptakan sistem pasar kerja yang mampu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sistem pasar kerja Indonesia, sebut Ida, masih jauh dari kata optimal dan perlu banyak perbaikan. Secara garis besar permasalahan pasar kerja Indonesia meliputi banyaknya lulusan pendidikan yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya. Selanjutnya, kalau pun sesuai, hasilnya kurang efisien, lalu kurangnya jumlah tenaga kerja yang sesuai, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia.

Loading...

Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) Indonesia dinilai masih berada di tingkat dasar menuju menengah. Jauh berbeda dengan negara lain seperti Korea Selatan yang sudah punya SIPK pada level advance. Hal tersebut berdasarkan Hasil studi Bappenas dan Bank Dunia (2020) dimana SIPK Indonesia pun masih sangat terbatas.

Untuk itu, Indonesia butuh Pusat Pasar Kerja. Pusat Pasar Kerja ini nantinya akan memiliki pusat data ketenagakerjaan yang lengkap, juga punya berbagai panduan di dunia ketenagakerjaan seperti panduan pelatihan tenaga kerja, panduan pekerjaan yang dibutuhkan, panduan pengembangan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk mengisi pekerjaan, dan lain sebagainya. Sehingga, kemudian memudahkan para pemberi kerja atau pengusaha mendapatkan pekerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Demikian juga, bermanfaat bagi para pencari kerja sehingga lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya sekaligus membantu meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia ke depan agar lebih kompetitif dan produktif

Untuk menggerakkan Pusat Pasar Kerja tersebut dan masih dalam proses pengisian jabatan Kemenaker sudah mengantongi Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

“Sudah ada SOTK nya sekarang dalam proses pengisian jabatannya, kami mohon dukungan,” katanya.

Masih mengutip dari detikcom, Pusat Pasar Kerja ini akan berkantor pusat di gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Kuningan, Jakarta Selatan yang baru dihibahkan ke Kemenaker per Desember 2019 lalu.

“Kami diberi kesempatan untuk menggunakan gedung YTKI, salah satu fungsi gedung ini nanti, gedung di belakang, akan kami gunakan sebagai Pusat Informasi Pasar Kerja,” imbuhnya. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here