Menkes Ingin Cegah Perkawinan Anak: Risiko Tinggi Anak Menjadi Stunting

Foto: net, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Centralnews – Jakarta, Pencegahan perkawinan anak sangat penting untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menurutnya, pencegahan perkawinan anak harus dilakukan karena kehamilan pada usia anak akan mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Risiko kematian ibu hamil pada usia anak dua kali lebih besar dan berisiko melahirkan bayi prematur.

“Hal ini merupakan risiko tinggi anak menjadi stunting,” kata Budi dalam acara “Gerakan Nasional Pendewasaan usia perkawinan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Majelis Ulama Indoesia (MUI), dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/3/2021).

Lebih lanjut, Ia menuturkan, diperlukan adanya penguatan kolaborasi dari berbagai sektor yang melibatkan keluarga melalui peningkatan kognitif dan keterampilan anak sehingga memiliki potensi terbaik untuk mencegah perkawinan anak.

Loading...

Tak hanya itu, tambah Budi, dibutuhkan juga dukungan dari keluarga dan lingkungan agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Penguatan regulasi dan kelembagaan peradilan agama KUA dan satuan pendidikan yang mendukung mencegah perkawinan anak,” ujar dia. 

Berdasarkan hal tersebut, Budi mendukung kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian PPPA yang menginisiasi gerakan nasional pendewasaan usia perkawinan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Semoga dengan gerakan nasional ini, perkawinan anak yang banyak menimbulkan mudharat dapat dicegah, sehingga bangsa ini dapat menghasilkan generasi yang shaleh dan unggul serta keluarga sakinah,” ucap Budi.  (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here