Korban Pembacokan Meregang Nyawa Kehabisan Darah

Foto: info serang

Centralnews- Serang, Korban pembacokan, AS (26) meninggal karena kehabisan darah, yang terus keluar dari luka di tubuhnya meski sudah diberi penanganan medis dan di transfusi darah sebanyak tiga kantong. Jenazahnya sudah dikebumikan oleh keluarga di dekat rumah duka, di Kelurahan Cimuncang, Kota Serang, Banten.

Keluarga korban tidak tahu pasti penyebab keributan pada Sabtu malam, 20 Maret 2021 di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang. Namun antara korban AS dengan terduga pelaku merupakan teman.

“Saling kenal. Enggak ada permasalahan apa-apa. Tapi katanya, ada teman keponakan saya yang ngadu ke dia (AS), punya masalah sama si pelaku ini. Tapi kata keponakan saya, mending selesaikan baik-baik,” kata paman korban, Marhasan, kepada awak media dirumah duka, Senin (22/03/2021).

Menurut Marhasan, korban AS meninggalkan istri dan seorang anak yang berusia 4 tahun. AS seorang bapak sekaligus kepala rumah tangga yang kesehariannya mencari nafkah dengan menjadi juru parkir. “Anaknya masih kecil, masih 4 tahun, kasihan,” terangnya.

Di mata keluarga, korban AS seorang pria yang baik dan bertanggung jawab pada keluarga. Meski bekerja serabutan, AS di akui selalu memberikan nafkah dari keringatnya sendiri.

Loading...

“Sedih sih pasti, dia orangnya meski serabutan engak pernah ngambil-ngambil yang enggak benar. Dia kerjanya apa aja, yang penting halal,” jelasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan terjadi tragedi berdarah di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten, pada Sabtu malam, 20 Maret 2021. Ada seorang pria terekam kamera CCTV membacok korbannya secara brutal, meski sudah tersungkur, korban tetap di aniaya oleh terduga pelaku. (Yandhie/Ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here