Sandiaga Sebut Tengah Lakukan Perkembangan Wisata Basis Olahraga di Mandalika

Foto: net, Menparekraf Sandiaga Uno

Centralnews – Jakarta, Terkait wisatawan berbasis olahraga yang bisa menjadi event internasional, Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan pihaknya tengah melakukan perkembangan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Ada dua ajang yang sedang dirancang, kami dari Kemenparekraf mendapat tugas untuk menyiapkan secara totalitas. Yang pertama yakni di destinasi super prioritas Mandalika akan ada ajang World Superbike yang akan diselenggarakan, tentunya kita sedang mengebut pembangunan sirkuit dan fasilitas penunjang. Untuk World Superbike ini akan ada 13 balapan yang akan digelar sepanjang tahun,” ujar Sandiaga Uno, dikutip dari detikcom, Rabu (7/4/2021).

Lebih lanjut, ia menuturkan, Dimulai April ini dengan seri pembuka di sirkuit Assen Belanda, laga pertama dilaksanakan 23-25 April. Seri Inggris di sirkuit Donington Park hanya akan menggelar balapan kelas utama tanpa World SSP dan World SSP 300. Ini akan menjadi seri kelima dan dijadwalkan pada 2-4 Juli.

“Ada kejutan besar hadir untuk seri balap ke-11 dimana Indonesia resmi masuk daftar sementara dengan sirkuit Mandalika sebagai venue adu kencang Jonathan Rea dan kawan-kawan,” ungkap Sandiaga Uno.

Loading...

“Mari kita semua menyambut World Superbike, dan Superbike akan digelar pada 12-14 November 2021 mendatang. Kita akan selesai pembangunan sirkuitnya termasuk homologasi-nya,” tambah Sandiaga Uno.

Selain itu, Sandi juga menyinggung soal tuan rumah dari FIBA Asean Cup, ini adalah event internasional bola basket di level Asia. Ini menjadi kesempatan kedua untuk menggelar FIBA Asean Cup.

“Sebelumnya Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada 1993, saat itu China sukses menjadi juara dunia setelah mengalahkan Korea Utara. Nah Indonesia sendiri akan menjadi tuan rumah piala dunia FIBA 2023 bersama Jepang, Okinawa, dan Manila Filipina,” ungkap Sandiaga Uno.

Masih mengutip dari detikcom, Berbeda dengan dua tuan rumah sebelumnya yang mendapat kualifikasi langsung, Indonesia harus ada berada di tingkat ke- 8 ke atas pada FIBA Asia Cup 2021 ini sehingga bisa mendapatkan kualifikasi langsung.

“Indonesia harus ada berada di tingkat 2008 ke atas oleh karena itu ini sangat amat penting dan strategis untuk menyelenggarakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Perbasi dan organisasi lainnya. Untuk semua penyiapan tempat ini menyiapkan dua tentunya akan kita bawa dua event internasional ini bernama dengan Kementerian dan Lembaga terkait,” jelas Sandiaga Uno.

Dua event terbesar ini disebutkan Sandiaga Uno tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan disiplin.

“Kami akan membawa dua event internasional ini bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait maupun federasi baik IMI maupun Perbasi untuk dilaporkan kepada Presiden. Serta mendapatkan persetujuan dalam forum rapat terbatas. Kita doakan agar dua even ini bisa diselenggarakan di tengah pandemi dengan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat dan disiplin. Mengacu pada standar keamanan dan keselamatan, melalui testing, tracing dan treatment. Kita harapkan pada bulan Agustus hingga November vaksinasi sudah dapat lebih jauh terdistribusi,” tandas Sandiaga Uno. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here