Jelang Idul Fitri 2021, Menag Larang Masyarakat Lakukan Takbiran Keliling

Foto: net, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Centralnews – Jakarta, Jelang Hari Raya Idul Fitri 2021 nanti, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melarang masyarakat melakukan takbiran keliling.

Hal ini lantaran untuk pencegahan penulararan Covid-19. Takbiran hanya dianjurkan dilakukan di dalam masjid dengan jumlah orang terbatas atau dilakukan secara virtual.

“Kemenag akan melaksanakan Takbiran Nasional secara virtual yang akan diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal dengan melibatkan ormas Islam dan media nasional. Takbiran Keliling dilarang,” ujar Menag dikutip Pikiran-rakyat.com (PR) dari laman resmi Kementerian Agama RI pada 6 Mei 2021.

Lebih lanjut, pada Hari Raya Idul Fitri nanti saat melakukan halalbihalal dilingkungan keluarga inti, Menag menganjurkan masyarakat tetap menaati protokol kesehatan (prokes) saat melakukan menganjurkan.

“Kemenag untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar halalbihalal atau silaturahmi lebaran dilaksanakan di lingkungan keluarga inti dengan memperhatikan protokol kesehatan atau memaksimalkan fasilitas teknologi informasi (virtual),” tuturnya.

Loading...

Ia menyebut, anjuran itu merupakan bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat beribadah.

Mengutip dari Pikiran Rakyat, teranyar, muncul klaster Covid-19 dari pelaksanaan ibadah tarawih bulan Ramadhan di dua tempat yakni Banyumas dan Sragen. Penyebab terjadinya penularan Covid-19 di dua kasus itu diakibatkan kurangnya kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan

“Masih terjadi peristiwa penyebaran Covid-19. Saya minta masyarakat lebih disiplin dalam mematuhi panduan ibadah di bulan Ramadhan,” ujar Menag.

 “Ini semua demi kemaslahatan bersama, agar setiap potensi penyebaran bisa diantisipasi dan diminimalisir.”

“Saya minta jajaran Kemenag untuk terus sosialisasi, edukasi, sekaligus juga monitoring untuk memastikan panduan ibadah dilaksanakan dengan baik, serta berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, termasuk dengan aparat di wilayah masing-masing jika terdapat pelanggaran terhadap protokol kesehatan,” tuturnya mengimbuhkan. (TR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here